Peristiwa naas itu menimpa ketiga bocah berinisial N (14), H (13), dan I (14) yang sedang berwisata bersama rombongan sekolah Pantai Drini.
Beruntung, ketiganya dapat selamat dari peristiwa itu.
Sektetaris Satlinmas Wilayah Operasi II Baron Marjono mengatakan, setibanya rombongan siswa SMP itu di pantai, mereka langsung bermain air hingga ke area rip current yang merupakan jalur kapal.
"Seketika ombak datang dan menyeret ketiga korban berujung tenggelam," ujar Marjono dalam keterangannya.
Petugas yang sedang berjaga melihat kejadian itu lalu berupaya menyelamatkan ketiga korban yang tenggelam akibat terseret ombak.
Marjono menerangkan, pihaknya mengerahkan satu unit kapal untuk menjangaku lokasi tenggelam para korban.
"Ketiganya berhasil kami evakuasi menepi dan langsung diberi perawatan," ucapnya.
Saat dievakuasi, ketiga bocah berusia belasan tahun itu mengalami syok, lemas serta banyak meminum air laut.
Usai mendapatkan perawatan, kondisi ketiga korban berangsur membaik.
"Alhamdulillah, sudah membaik dan telah bergabung kembali bersama rombongan sekolah," ucapnya.
Marjono menuturkan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi peristiwa-peristiwa yang dapat membahayakan wisatawan.
Sebelum kejadian tersebut, pihaknya telah mengimbau siswa-siswa itu untuk tidak bermain air hingga ke tengah.
"Sebelumnya kami telah mengimbau wisatawan untuk tidak bermain air terlalu ke tengah, namun himbuan kami tidak diharaukan," jelasnya.
Dalam peoses upaya evakuasi ketiga siswa SMP tersebut, pihaknya mengerahkan 15 personel dan satu unit kapal. Pihaknya juga kembali menekankan kepada wisatawan untuk tidak bermain air hingga ke area rip current.
Editor : Bahana.