Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Muhammadiyah Pindahkan Dana, Keuangan BSI Bisa Terganggu, BSI KCP Wonosari akan Temui PDM Gunungkidul

Gunawan RaJa • Minggu, 9 Juni 2024 | 23:13 WIB
Muhammadiyah
Muhammadiyah

SLEMAN - Ekonom Universitas Islam Indonesia (UII) Rokhedi Priyo Santoso menilai langkah Muhammadiyah mengosongkan saldo di Bank Syariah Indonesia (BSI) bisa mengganggu keuangan BSI. Berpotensi mengguncang likuiditas jangka pendek dan jangka panjang.

"Likuiditas BSI tentu akan bermasalah dalam jangka pendek," kata Rokhedi Priyo Santoso pada Minggu (9/6/2024).

Likuiditas atau ketersediaan uang di BSI akan terganggu. Dalam jangka pendek, pemindahan besar-besaran dana milik Muhammadiyah dan badan badan usaha di bawahnya juga memengaruhi reaksi pasar, terutama pemegang saham.

"Begitu uang diambil terjadi likuiditas sehingga orang punya ekspektasi harga saham BSI akan turun," jelasnya.

Dampak jangka panjang, jika likuiditasnya berkurang banyak nanti akan memengaruhi portabilitas. Belum lagi intruksi PP Muhammadiyah memindahkan dana juga diikuti warga perserikatan Muhammadiyah nominalnya lebih besar dari Rp 15 triliun.

"Bisa jadi warga Muhammadiyah banyak menyimpan tabungan, deposito. Ini akan bermasalah," jelasnya.

Pihaknya mendengar informasi bahwa KCP BSI di sejumlah wilayah mulai berupaya mempertahankan nasabah. Terutama warga Muhammadiyah. 

Sementara itu, salah seorang sumber Radar Jogja di KCP BSI Wonosari, Gunungkidul mengaku bingung dengan munculnya nota PP Muhammadiyah terkait pemindahan simpanan ke bank lain.

"Alhamdulillah sampai dengan hari ini (9/6/2024) dana Muhammadiyah masih stay di KCP BSI Gunungkidul," ucap sumber Radar Jogja tersebut.

Namun sejak muncul intruksi PP Muhammadiyah, beberapa sekolah dan rumah sakit mulai memberikan informasi mengenai rencana memindahkan dana dari BSI ke bank lain. 

"Kami masih menjaga hubungan baik kepada petinggi Muhammadiyah di Gunungkidul, kepada direktur rumah sakit, dan kepala sekolah (lingkungan Muhammadiyah)," ucapnya.

Diakuinya, dana amal usaha Muhammadiyah (AUM) yang disimpan di KCP BSI Wonosari, Gunungkidul bernilai cukup besar. Nominalnya jika ditotal mencapai puluhan miliar rupiah. Di satu sisi penyebab utama muncul intruksi pengalihan dana masih simpang siur.

"Besok (10/6/2024) kami akan silaturahmi ke PDM Gunungkidul, mungkin nanti bisa memperoleh gambaran," jelasnya.

Sejauh ini keputusan pengalihan dana besar-besaran dari BSI ke bank lain baru diperoleh dari PP Muhammadiyah. BSI KCP Wonosari sendiri belum mengetahui secara langsung dari PDM Gunungkidul.

"Nanti dari pertemuan itu mudah-mudahan akan muncul juga (jawaban) seperti apa. Rencana silaturahmi besok Senin (10/6/2024)," ucapnya.

Terpisah, Ketua PDM Gunungkidul Sadmonodadi mengaku belum menerima pemberitahuan terkait rencana silaturahmi dari KCP BSI Wonosari.

"Silakan (datang), tapi kami taat pada intruksi PP Muhammadiyah tentang pemindahan dana ke bank lain itu," kata Sadmonodadi. (gun)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Bank Syariah Indonesia #dana #pindahkan #Muhammadiyah #BSI