Perisitwa itu berawal saat keduanya bernama Agung Widodo (44) dan Tatak Prayogo (27) diketahui menjaring lobster di depan tebing Nguluran sekitar pukul 15.00 WIB.
Namun hingga pukul 17.30 WIB, mereka tak kunjung pulang ke rumah.
Alhasil, tim SAR dikerahkan dalam upaya pencarian kedua nelayan tersebut yang diduga telah mengalami kecelakaan laut (laut).
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi 1 Pantai Sadeng Sunu Handoko mengatakan, satu nelayan berhasil ditemukan dalam kondisi mengapung dan keadaan meninggal dunia, Kamis (6/6).
"Jenasah Tatak Prayoga kami temukan mengapung disebelah pelampung jaring pada pukul 07.10 pagi tadi," ujar Sunu saat dikonfirmasi, Kamis (6/6).
Sedangkan, Agung Widodo hingga kini belum ditemukan. Pencarian korban hilang dengan mengerahkan membagi tiga tim untuk menyusuri darat dan perairan.
Pencarian juga dibantu para nelayan setempat.
Sunu Handoko mengungkapkan kronologis laka laut yang menimpa dua orang nelayan dengan satu korban jiwa itu.
Mereka berangkat untuk memasang jaring di depan tebing Nguluran, Rabu (5/6) sekitar pukul 14.30 WIB.
"Tak kunjung pulang hingga sore hari, kami pun berinisiatif untuk melakukan pencarian di lokasi pemasangan jaring mereka," ucapnya.
Namun, bukannya menemukan para nelayan, pihaknya hanya melihat sebuah tangki perahu mesin tempel yang diduga milik kedua korban.
Dugaan laka laut semakin kuat sebab para korban tidak berada di lokasi tersebut.
"Mengetahui kejadian itu, kami menerjunkan tim untuk melakukan pencarian pada malam hari kemarin, kami hanya menemukan puing-puing perahu yang mengapung," jelasnya.
Beberapa jam pencarian tidak membuahkan hasil, pihaknya memutuskan untuk mengakhiri pencarian dilaut dikarenakan gelombang yang semakin tinggi.
Pencarian dilanjutkan dengan menyusuri pesisir tebin dan pantai, tetapi para korban tidak kunjung ditemukan.
"Pencarian hari kedua, kami temukan satu korban dalam keadaan meninggal dunia, jenasah telah kami serahkan ke pihak keluarga," jelasnya.
Hingga saat ini pencarian terhadap korban hilang Agung Widodo masih terus dilakukan.
Tim SAR mengerahkan 10 unit kapal dalam upaya pencarian.
Serta menyusuri pesisir tebing hingga radius 500 meter.
Editor : Bahana.