GUNUNGKIDUL - Sebanyak 13 warga Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, Gunungkidul diduga keracunan makanan usai pulang dari acara syukuran.
Satu di antaranya meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Ismono membenarkan informasi sejumlah warga harus menjalani perawatan medis akibat diduga keracunan makanan.
Baca Juga: Tak Terduga! 8 Tipe MBTI Ini Punya Kecerdasan Emosional Terbaik! Siapakah Mereka?
Mereka diketahui hadir pada acara syukuran di salah satu rumah warga di daerah setempat.
"Kami terima laporan kemarin, ada sekitar 13 warga menjalani perawatan diduga keracunan, satu pasien meninggal dunia," ujar Ismono saat dikonfirmasi, Minggu (26/5).
Ismono membeberkan, acara syukuran tersebut digelar pada Kamis (23/5) lalu.
Baca Juga: Gaungkan Program Merdeka Belajar, BBPMP Jateng Gelar Pameran dan Festival Bulan Merdeka di Candi Borobudur
Kemudian, pada Sabtu (25/5) kemarin, pihaknya mendapatkan laporan ada belasan warga yang ikut menghadiri acara syukuran tersebut dirawat di beberapa faskes karena diduga keracunan.
"Usai mendapatkan laporan itu, kami menerjunkan tim surveilan untuk melakukan penyelidikan epidomologi ke lokasi syukuran saat itu," ucapnya.
Namun, lanjut Ismono, pihaknya tidak dapat mengambil sampel makanan yang dikonsumsi tersebut karena kejadiannya telah beberapa hari yang lalu.
"Nanti jika dimungkinkan akan dikonfirmasi dari pemeriksaan pasien, apakah benar keracunan makanan atau tidak," jelasnya.
Tiga warga dirawat di Rumah Sakit Bethesda Wonosari dan dua lainnya di RS Nur Rohmah.
Baca Juga: Westlife Umumkan Konsep Pertunjukan Baru The Hits Tour 2024 Tampil di Yogyakarta, Indonesia dengan Spesial Guest Christian Bautista
"Dari semua yang dirawat inap, satu orang meningga dunia, sedangkan tujuh lainnya rawat jalan," jelasnya.
Ismono mengungkapkan, warga mengalami diare hingga muntah-muntah saat pulang dari acara syukuran tersebut.
Pihaknya belum dapat memberikan keterangan mengenai penyebab dari satu pasien meninggal dunia dan identitas warga yang diduga keracunan itu.
Editor : Bahana.