Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Stok Tambah tapi Harga Naik Rp 5 Juta per Ekor, Jelang Idul Adha, Pasar Hewan Siyono Harjo Gunungkidul Ramai

Heru Pratomo • Kamis, 23 Mei 2024 | 01:45 WIB
RAMAI: Suasana Pasar Hewan Siyono Harjo, Kabupaten Gunungkidul menjelang Idul Adha 2024, Rabu (22/5).
RAMAI: Suasana Pasar Hewan Siyono Harjo, Kabupaten Gunungkidul menjelang Idul Adha 2024, Rabu (22/5).

 

RADAR JOGJA - Jelang Idul Adha 2024, harga hewan-hewan ternak seperti sapi maupun kambing di Pasar Hewan Siyono Harjo melonjak naik.

Sejumlah pedagang mengakui kenaikan harga mulai terasa dua pekan terakhir sembari masuknya hewan-hewan kurban di pasar.

Seperti yang dikatakan Pedagang Hewan Kurban Supiyono jumlah stok hewan kurban di pasar hewan Siyono Harjo terus bertambah menjelang Idul Adha 2024 mendatang. Selain jumlah hewan kurban mengalami peningkatan, harganya juga naik. "Mengingat permintaan juga pasti akan meningkat," ujar Supiyono kepada awak media, Rabu (22/5).

Untuk sapi siap potong atau disembelih, Supiyono menyebut harga dipatok Rp 15 juta sampai Rp 17 juta per ekornya. Sebelumnya seharga Rp 10 juta sampai Rp 12 juta per ekornya. "Kenaikan mencapai Rp 3 juta sampai Rp 5 juta," katanya.

Pedagang lain Pomo mengatakan, harga-harga hewan qurban akan terus meningkat ketika mendekati hari raya Idul Kurban. "Kemungkinan akan terus sampai hari raya tiba, kami sangat diuntungkan, semoga kesehatan hewan terus terjaga," ujar Pomo.

Pomo juga memastikan, hewan-hewan kurban di Pasar Siyono dalam kondisi sehat dan tidak terkena penyakit zoonosis atau semacamnya. "Semoga tidak terkena penyakit menular atau semacamnya, agar harga terus stabil," tuturnya.

Terpisah, Kepala UPT Puskeswan Playen Aris Hidayat mengatakan, hewan-hewan ternak yang masuk di pasar hewan harus melalui kolam dipping dengan tujuan sterilisasi hewan. "Kesadaran akan peternak dan pedagang terhadap kesehatan hewan kurban cukup baik," ujar Aris.

Menurutnya, hewan ternak yang bergejala Lumpy Skin Disease (LSD) tidak diizinkan masuk ke pasar hewan oleh para pedagang maupun peternak. Pihaknya juga telah menyiapkan tim dokter dan puskeswan untuk melakukan pemeriksaan. "Kami juga telah melakukan langkah antisipasi penyakit menular lainnya seperti PMK dan Antraks," jelasnya.

Langkah antisipasi tersebut pemeriksaan kesehatan hewan secara insentif baik di pasar hewan maupun jalur-jalur lalu lintas hewan. Aris juga memastikan belum adanya hewan ternak yang ditemukan bergejala ataupun terpapar Antraks di Pasar Siyono Harjo. "Dua minggu sebelum Idul Adha akan ada pengawasan lebih terhadap hewan-hewan kurban di jalur lalu lintas hewan dan pasar hewan," tuturnya. (ndi/pra)

Editor : Satria Pradika
#kambing #puskeswan #idul adha #PMK #antraks #Pasar Hewan Siyono Harjo #kabupaten gunungkidul #pasar hewan