RADAR JOGJA - Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo meminta agar sekolah bijak dalam menyikapi kurikulum pendidikan. Hal ini agar tidak terjebak dalam persoalan administrasi dan dokumen.
Kepala Kankemenag Kulon Progo Wahib Jamil menjelaskan, hendaknya satųan pendidikan dalam menyikapi kurikulum lebih kepada perubahan mindset dan perubahan arahnya.
"Boleh jadi, kurikulumnya hanya digeser tetapi ruhnya tetap. Bahwa pembelajaran itu harus memerdekakan dan mengembang potensi anak," ujarnya Minggu (19/5).
Menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024, turut disiapkan penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP). Dokumen yang memuat seluruh rencana proses belajar di satuan pendidikan ini, akan menjadi pedoman seluruh penyelenggaraan pembelajaran.
"Dalam proses penerapannya, sekolah perlu menyelaraskan dengan kondisi di lapangan. Tidak harus diganti," jelasnya.
Sementara itu, Kepala MIN 4 Gunungkidul Susiyati menyebut, KOSP sebagai pedoman pembelajaran satu tahun saat ini masih dibuat.
"Semua kegiatan yang ada di madrasah dimasukkan ke dalam situ (KOSP, Red). Kalau tahun lalu kurikulum ada revisi, evaluasi misalnya bisa diubah," kata Susiyati. (gun/eno)
Editor : Satria Pradika