RADAR JOGJA - Jembatan Kedungwanglu di Banyusoco, Playen, Gunungkidul segera direnovasi oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Renovasi ini mendesak dilakukan karena
jembatan penghubung dua dusun di Kalurahan Banyusoco itu kerap kali terendam banjir dan mengganggu aktivitas warga.
Peristiwa terendamnya banjir itu sempat terjadi pada Jumat (29/1) lalu. Sejumlah warga nekat menerobos jembatan yang tergenang aliran sungai yang deras itu untuk dapat beraktivitas. Jembatan yang berdiri di atas permukaan aliran Sungai Oya itu menjadi akses utama warga Padukuhan Kedungwanglu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Rakhmadian Wijayanto mengatakan, perencanaan pembangunan jembatan Kedungwanglu bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais). "Kami sudah survei lokasi. Bahkan warga setempat menghibahkan tanahnya untuk pembangunan ulang jembatan itu," ujar Rakhmadian, kemarin (14/5).
Warga Kedungwanglu siap untuk menghibahkan tanah mereka untuk pembangunan ulang jembatan tersebut dilengkapi dengan surat pernyataan dan berita acara. Pembangunan ulang jembatan Kedungwanglu akan direalisasikan setelah dokumen anggaran siap. "Karena saat ini masih proses memasukan anggaran di DPA Perubahan di Paniradya Keistimewaan," ungkapnya.
Setelah anggaran tersedia, akan memasuki tahapan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan pengadaan barang dan jasa. Setelah itu, pelaksanaan fisik konstruksi. Panjang jembatan ini 48 meter dengan lebar aspal 4 meter dan tinggi dari permukaan air existing 6 meter.
Lurah Banyusoco Damanhuri membenarkan rencana pembangunan jembatan memanfaatkan tanah hibah dari warga setempat. Hal itu sesuai kesepakatan warga setempat. Hibah tersebut tanpa ganti untung oleh pemilik lahan.”P embangunan jembatan sudah dinantikan bertahun-tahun," ujar Damanhuri.
Setidaknya empat bidang tanah dengan ukuran berbeda-beda kurang lebih mencapai 240 meter luas tanah yang dihibahkan. Saat petugas survei datang, warga menyatakan ikhlas untuk tanahnya dipakai demi pembangunan Jembatan Kedungwanglu itu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY Anna Rina Herbranti membenarkan rencana ini. Namun, dia menyebut sedang dalam pembahasan.
Meskipun warga setempat sudah menghibahkan tanah mereka, pihaknya belum dapat menentukan waktu realisasi pembangunan jembatan itu. "Mengenai pagu yang disiapkan, skema dan asal anggaran pembangunan jembatan ini sampai saat ini kami belum tahu. Masih dibahas," jelasnya. (ndi/din)
Editor : Satria Pradika