RADAR JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menyebut, dalam triwulan pertama 2024 tercatat 19 kejadian kebakaran terjadi di wilayah ini. Kejadian ini menimpa rumah, kandang ternak, dan kendaraan dengan estimasi kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Subbagian Tata Usaha UPT Pemadam Kebakaran BPBD Gunungkidul Ngadiyono mengatakan, penyebab kebakaran didominasi akibat korsleting listrik yang kurang diketahui oleh pemilik rumah. "Penyebab lainnya juga baik kelalaian manusia seperti lilin, kebocoran gas elpiji, dan kebakaran kendaraan," ujar Ngadiyono, kemarin (7/5).
Menurutnya, kewaspadaan dan upaya pencegahan masih minim dilakukan masyarakat. Mengurangi risiko penyebab kebakaran menjadi salah faktor penting dalam upaya pencegahan tersebut. Untuk itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan.”Agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan dan merugikan," tuturnya.
Kebakaran karena kelalaian juga sempat melanda kandang ternak milik warga di Giring, Paliyan, Gunungkidul, Kamis (2/5) malam.Pemilik kandang meninggalkan api ketika sedang membakar sampah untuk menonton pertandingan sepak bola saat itu. Alhasil, api merembet hingga ke kandang ternak miliknya yang saat itu terdapat beberapa hewan ternak dua ekor sapi dan enam ekor kambing.
Beruntung, hewan-hewan ternak yang berada dalam kandang dapat diselamatkan. Di hari yang sama, si jago merah meluluhlantahkan satu unit rumah limasan di Semin. Rumah yang tengah ditinggal oleh penghuninya ludes terbakar dan nyaris merambat ke rumah warga lainnya. Setidaknya butuh 30 menit untuk memadamkan api tersebut. Warga setempat juga berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Kerugian juga ditaksir mencapai Rp 100 juta tanpa korban jiwa maupun luka. (ndi/din)
Editor : Satria Pradika