RADAR JOGJA - Tari-tarian tradisional hingga gebyar produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ikut memeriahkan Gelar Kesenian Pesona Punthuk Kepuh di objek wisata Punthuk Kepuh, Katongan, Nglipar, Gunungkidul.
"Ada sekitar 50 anak-anak dari lima kelompok terlibat dalam pementasan seni tari tradisional," ujar Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Punthuk Kepuh Risky Dimas di sela acara yang berlangsung pada Sabtu (27/4).
Rizky menceritakan, Gelar Kesenian Pesona Punthuk Kepuh itu diinisiasi pokdarwis. Harapan dengan adanya atraksi seni dan wisata itu menarik perhatian masyarakat. Jumlah kunjungan wisatawan yang berkunjung semakin bertambah banyak. Apalagi Punthuk Kepuk merupakan salah satu objek wisata di Gunungkidul utara yang terkemuka. Di luar itu, Katongan juga punya destinasi alam seperti Lembah Oyo dan Pesona Tujuh Belas Jeruk Legi, “Kami juga mendapatkan dukungan dana keistimewaan serta fasilitasi Dinas Pariwisata DIY,” katanya.
Selama acara, pokdarwis mendorong partisipasi masyarakat. Mereka berperan aktif dalam penyelenggaraan pagelaran kesenian. Mulai anak-anak, remaja dan ibu-ibu terlibat. Mereka berasal dari sanggar seni di Kalurahan Katongan. Adapun tari tradisional yang dipentaskan meliputi tari Candik Ayu, tari Topi, tari Babad Alas Nongko Doyong, tari Sigrak Jubit dan kesenian Jarengguk.
Sedangkan pelaku UMKM yang menggelar stan antara lain dari produk aloevra, madu Klanceng, kerajinan lukisan dari pelepah pisang dan penganan kripik dengan berbagai olahan. Selama ini Kalurahan Katongan juga mengembangkan wisata edukasi pengolahan madu dan keripik.
Ketua Pokdarwis Punthuk Kepuh Mujiyono menambahkan, gelar kesenian itu juga bertujuan ikut mempromosikan potensi alam dan produk pelaku UMKM di Kalurahan Katongan. Acara itu juga menjadi ajanng unjuk kebolehan para siswa dari sanggar di desa tersebut.
Lurah Katongan Jumawan mengapresiasi gelar kesenian tersebut. Harapannya acara semacam itu terus berjalan. Ke depan bisa rutin diagaendakan saban tahun. Jumawan mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan Dinas Pariwisata DIY. “Apalagi melibatkan anak-anak dalam pentas ini. Mereka merupakan generasi penerus budaya Kalurahan Katongan,” katanya. (cr6/kus).
Editor : Satria Pradika