RADAR JOGJA - Momen yang ditunggu-tunggu jutaan masyarakat Indonesia untuk menyaksikan laga Semi Final AFC U-24 Asia Cup 2024 Timnas Indonesia U-23 melawan Uzbekistan U-23, Senin (29/4) malam.
Banyak pihak memanfaatkan momentum tersebut dengan menggelar nonton bareng (nobar). Kondisi itu berdampak pada usaha rental proyektor. Mereka meraup keuntungan besar dari antusiasnya masyarakat yang mengadakan nobar, salah satunya di Kabupaten Gunungkidul. Bagaimana tidak, usaha rental kamera dan proyektor bernama Ras Kamera kebanjiran orderan yang akan menyaksikan timnas Indonesia.
Owner Usaha Ras Kamera Gunungkidul Ryan Andi Setiawan mengaku, puluhan unit proyektor miliknya telah habis disewa warga untuk menonton semi final Indonesia melawan Uzbekistan. "Dari 20 unit proyektor yang kami sewakan, semua sudah habis disewa untuk nonton Indonesia melawan Uzbekistan nanti malam," ujar Ryan saat ditemui awak media, Senin (29/4) siang.
Bahkan, selama pertandingan Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia 2024 permintaan terhadap penyewaan proyektor sangat tinggi. "Dari kemarin permintaan cukup tinggi, rata-rata untuk nobar tim Indonesia berlaga," terangnya.
Ryan mengatakan, satu set proyektor dipatok dengan harga Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu perhari tergantung merk yang akan digunakan. Satu unit proyektor dilengkapi dengan kabel dan spliter. "Tetapi itu belum dengan layar, kalau lengkap dengan layarnya harus menambah Rp 100 ribu sampai Rp 250 ribu perhari tergantung ukuran dan tipe," ucapnya.
Jangan khawatir untuk pemasangan proyektor dan layar, pihaknya juga akan membantu dalam pemasangan unit-unit tersebut bagi penyewa yang kurang paham dalam penyetelan. "Kami bantu sampai dengan pemasangan proyektor saat nobar nanti bagi penyewa yang kurang paham," tuturnya.
Pihaknya juga kini tengah memperbaiki proyektor-proyektor yang mengalami kerusakan untuk bisa direntalkan kembali. Ryan mengaku tidak menyangka akan kebanjiran orderan di momen semi final timnas Indonesia melawan Uzbekistan. "Biasanya event-event sepak bola tidak seramai ini, tapi kali ini permintaan tinggi sehingga stok tidak mencukupi," ungkapnya. (cr6/pra)
Editor : Satria Pradika