RADAR JOGJA - Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta membuka pojok statistik di Kampus II Universitas Gunungkidul.
Pojok statistik merupakan fasilitas bagi masyarakat, mahasiswa dan dosen untuk mengakses data mengenai kependudukan secara gratis serta belajar statistik tanpa dipungut biaya sepeserpun atau gratis.
Kepala BPS Gunungkidul Joko Prayitno mengatakan, pojok status di lingkup Universitas Gunungkidul melibatkan mahasiswa baik dari intern hingga dosen yang akan menjadi petugas pelayanan bagi pengguna. "Kalau untuk petugas dari BPS, dijadwalkan setiap Rabu di pojok statistik Universitas Gunungkidul," ujar Joko kepada awak media, Senin (29/4).
Selain mendapatkan data yang diperlukan, masyarakat akan mendapatkan penjelasan yang lebih detail mengenai data yang diperlukan. Menurutnya, literasi data menjadi penting dalam kolaborasi pentahelix. Data yang tersedia pada fasilitas pojok statistik terbagi dua kategori yakni sosial dan ekonomi. "Kalau data tidak baik, maka perencanaan juga tidak akan baik," ucapnya.
Kendati demikian, Joko mengungkapkan, tidak semua data akan diberikan ke masyarakat. Apalagi berhubungan dengan data kependudukan individu seseorang. "Data yang tidak dapat BPS berikan yang menyangkut identitas individu. Hal tersebut juga telah diatur dalam Undang-undang (UU) No. 16/1997 tentang Statistik," jelasnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Gunungkidul Djuniawan Karna Djaja menegaskan, pihaknya bersama BPS DIJ juga bakal menggelar pelatihan berkainan dengan data. "Jadi tidak hanya untuk mengakses data, akan ada pelatihan mengenai data bagi masyarakat dan mahasiswa dalam fasilitas pojok statistik," ujar Djuniawan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul Setyo Hartato mengatakan, dengan adanya fasilitas pojok statistik di Kabupaten Gunungkidul mendorong program satu data Indonesia. "Fasilitas pojok statistik merupakan kolaborasi pentahelix dalam menyediakan data yang terintegrasi serta menjadi landasan perencanaan pembangunan suatu daerah," ujar Setyo.
Setyo menuturkan, landasan perencanaan pembangunan berbasis data dapat menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (cr6/pra)
Editor : Satria Pradika