GUNUNGKIDUL - Dinas Petanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul memprediksi padi yang akan dipanen di 18 kapanewon mencapai 240 ribu ton hingga April 2024.
DPP Gunungkidul mencatat, luas lahan tanaman padi yang telah dipanen mulai dari Februari hingga April 2024 seluas 30.075 hektare dengan akumulasi panen mencapai 150 ribu ton gabah kering giling.
Sekretaris DPP Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan, rata-rata panen tanaman padi mencapai 5 ton gabah kering giling per hektarenya.
Pihaknya merinci, tanaman padi yang telah dipanen di 18 kapanewon.
Di antaranya, Panggan seluas 1.279 hektare, Purwosari, 1.106 hektare, Paliyan 1.62 hektare, Saptosari 3.339 hektare, Tepus 1.822 hektare, Tanjungsari 1.627 hektare, dan Rongkop 1.192 hektare.
"Selain itu Kapanewon Girisubo 1.762 hektare, Semanu 1.903 hektare, Ponjong 3.828 hektare, Karangmojo 255 hektare, Wonosari 2.080 hektare, Playen 1.833 hektare, Patuk 645 hektare, Gedangsari 989 hektare, Nglipar 680 hektare, Ngawen 662 hektare, dan Semin 4.011 hektare," sebut Raharjo kepada Radar Jogja, Jumat (26/4).
Pihaknya mencatat, sisa lahan tanaman padi yang belum dipanen di seluruh kapanewon seluas 17.534 hektare.
Meski masa panen terbilang lambat, kata Raharjo, hasil yang didapatkan cukup baik selama empat bulan terakhir.
"Apalagi di wilayah Semin, meski tanaman yang memanfaatkan tadah hujan, curah hujan di sejumlah wilayah juga sangat membantu," ucapnya.
Pada wilayah Semin, ubinan padi yang didapatkan rata-rata 5,625 kilogram per ubin atau sembilan ton gabah kering giling per hektare.
"Jika dikonversikan menjadi 7,78 ton gabah kering giling per hektare tanaman padi," jelasnya.
Sedangkan di Kapanewon Tanjungsari, lanjut Raharjo, rata-rata mencapai 3,3 kilogram gabah kering per ubinnya.
"Atau 5,28 ton gabah kering panen per-hektarnya, jika dikonversikan 4,57 ton gabah kering giling per-hektar," terangnya.
Raharjo mengatakan, Kapenewon Tanjung Sari memiliki lahan padi gogo atau lahan kering, panen yang dihasilkan juga di atas rata-rata nasional.
Kepala DPP Gunungkidul Rismiyadi mengatakan, dalam menunjang produktivitas pertanian di Bumi Handayani, petani akan mendapatkan tambahan alokasi tambahan pupuk dari Kementerian Pertanian dan Pangan.
"Alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Gunungkidul akan bertambah 18 ribu ton dengan total 38 ribu ton," ujar Rismiyadi.
Untuk pupuk Urea rencananya akan ditambah 9 ribu ton dengan total alokasi mencapai 21 ribu ton.
Sedangkan, Plpupuk NPK sebanyak 9 ribu ton dengan total alokasi 17 ribu ton.
Dengan begitu, dapat membantu produktivitas para petani untuk lahan-lahan pertanian di Kabupaten Gunungkidul. (cr6)
Editor : Amin Surachmad