GUNUNGKIDUL - Alokasi anggaran yang menurun drastis, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul hanya menabur dua puluh ribu benih ikan di empat telaga besar, Kamis (25/4).
Penaburan puluhan ribu benih ikan dilakukan di Telaga Pudak, Telaga Ngurik, Telaga Wotawati, dan Telaga Piyaman.
Kegiatan tersebut sebagai upaya menjaga ekosistem perairan umum darat dari kerusakan dan restocking.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul Wahid Supriyadi mengatakan, penaburan benih ikan di perairan umum darat merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan Pemkab Gunungkidul.
Namun, pihaknya mengungkapkan, jumlah tersebut mengalami penurunan drastis pada untuk Tahun 2024.
"Jika dibandingkan dengan tahun kemarin, memang mengalami penurunan yang sebelumnya mencapai 174 ribu kini menjadi 20 ribu benih ikan saja," ujar Wahid saat dikonfirmasi.
Alokasi anggaran benih ikan Tahun 2024 hanya berkisar Rp 6,7 juta. Sedangkan, Tahun 2024 mencapai Rp 32,4 juta.
Bahkan, benih ikan yang ditabur hanya satu jenis yakni ikan Nilem.
"Biasanya dua jenis yakni ikan iilem dan tawes, namun karena stok tawes belum tersedia, kita hanya tabur ikan nilem," katanya.
Alokasi anggaran yang berkurang membuat pihaknya hanya dapat menabur di empat lokasi.
Padahal, tahun 2023, benih ikan berbagai jenis ditaburkan ke empat belas lokasi di Kabupaten Gunungkidul.
Meskipun begitu, kata Wahid, taburan puluhan ribu ikan itu dapat memulihkan populasi ikan yang berada di perairan umum darat di Bumi Handayani.
Untuk menjaga populasi ikan, pihaknya mengimbau agar masyarakat atau pemancing tidak melakukan penangkapan ikan dengan alat-alat yang berbahaya seperti bom ikan, alat setrum dan potas.
"Selain itu juga, masyarakat dilarang melepas liarkan ikan-ikan predator yang dapat merusak ekosistem sungai," ungkapnya.
Penangkapan ikan menggunakan alat berbahaya maupun dilarang tetuang pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 36 Tahun 2023 tentang penempatan alat tangkap dan alat bantu tangkap di perairan umum darat.
Menurutnya, masyarakat sudah mulai peduli terhadap ekosistem sungai.
Pihaknya menyebut, penggunaan alat tangkap berbahaya oleh pemancing mulai jarang ditemui.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul Sunaryanta turut ikut serta dalam penaburan benih ikan di Telaga Pudak, Panggang.
Sunaryanta mengajak agar masyarakat senantiasa menjaga dan melestarikan keindahan telaga dengan menjaga eksosistem sungai.
"Penaburan ikan memiliki nilai yang sangat penting serta strategis sekali, utamanya dalam meningkatkan kualitas kehidupan di masa depan agar masyarakat menjadi lebih baik," ujar Sunaryanta.
Di tempat yang sama, Plt Kepala DKP Gunungkidul Rismiyadi mengharapkan, masyarakat dapat lebih bijaksana dalam melakukan kegiatan penangkapan ikan secara terukur.
"Seperti menggunakan alat tangkap dan alat bantu tangkap yang ramah lingkungan serta tidak berbahaya dan dilarang," ujar Rismiyadi.
Pihaknya memastikan, ekosistem perairan umum darat yang terjaga dapat berdampak baik pada ekonomi sekaligus menambah gizi bagi masyarakat sekitar. (cr6)
Editor : Amin Surachmad