GUNUNGKIDUL - Jajaran Polres Gunungkidul dan Polsek Semanu menggelar rekonstruksi adegan pembunuhan sadis di Padukuhan Dedel Wetan, Dadapayu, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (24/4/2024).
Kasus penghilangan nyawa secara sadis itu melibatkan seorang suami berinisial (R) sebagai pelaku dan seorang istri menjadi korban (S) saat peristiwa itu.
Pantauan Radar Jogja saat rekonstruksi adegan berlansung, nampak kepolisian menghadirkan pelaku R mengenakan baju tahanan dan topeng hitam serta empat saksi lainnya.
Setidaknya, 21 adegan rekonstruksi peristiwa pembunuhan sadis di kediaman pelaku yang terjadi pada Kamis (4/1/2024) malam sampai Jumat (5/1/2024) dini hari.
Pada Adegan pertama, di dalam rumah pelaku sekitar pukul 21.00 WIB, pelaku dan korban terjadi perbincangan yang berujung cekcok.
Kemudian, keduanya tidur terpisah yakni pelaku di terbaring di kursi rumah dan korban tidur di lantai yang beralaskan kasur.
Pelaku tidak dapat tertidur akibat kepikiran perkataan yang dilontarkan korban terhadapnya.
Sekitar pukul 02.30 WIB dini hari, korban terbangun dan bertanya kepada pelaku kenapa tidak bisa tertidur.
Korban juga melontarkan perkataan bahwa pelaku tidak dapat mencari uang. Setengah jam kemudian, pelsku menuju dapur untuk mengambil pisau.
Pelaku kemudian mendekat ke korban yang sedang tertidur dan menggorok leher istrinya sendiri hingga akhirnya tewas.
Bahkan, pelaku juga sempat melukai lehernya sendiri dengan maksud hendak bunuh diri.
Usai menghabisi nyawa korban dan melukai lehernya sendiri, pelaku kemudian melemparkan pisau tersebut ke arah tembok dan ikut berbaring di samping korban yang telah tewas itu.
Pukul 05.00 WIB, pelaku terbangun dan mengambil kertas dan menulis sesuatu.
Setengah jam kemudian, pelaku menelpon tetangganya dengan tujuan memberikan secarik kertas yang telah ditulisnya itu.
Pelaku menyerahkan surat tersebut ke tetangganya melalui pintu samping kanan rumah.
Namun tetangganya terkejut melihat ada bercak darah di leher pelaku sontak terkejut dan berteriak minta tolong.
Pelaku kemudisn masuk ke dalam rumah usai memberikan secarik kertas itu ke tetangganya.
Mendengar laporan tersebut beberapa warga kemudian datang ke rumah pelaku.
Warga masuk ke rumah melalui pintu samping karena pintu utama sedang terkunci.
Namun, warga terkejut melihat kondisi pelaku dan korban yang telah bercucuran darah.
Warga juga sempat mengecek denyut nadi korban namun korban telah ditemukan meninggal dunia.
Pelaku juga masih nampak berbaring tepat disamping korban.
Kemudian, warga melaporkan peristiwa itu ke kepolisian lalu pelaku dan korban dibawa ke rumah sakit menggunakan mobil ambulans.
Kapolsek Semanu AKP Pujiono menerangkan, motif dari pelaku menghabisi nyawa sang istri ialah sakit hati terhadap perkataan sang istri ketika cekcok.
"Pelaku sakit hati terhadap perkataan korban hingga akhirnya nekat menghabisi nyawa korban usai cekcok saat kejadian itu," jelasnya.
Pujiono juga menerangkan, pihaknya tengah melengkapi berkas-berkas perkara dan barang bukti agar dilimpahkan ke kejaksaan.(cr6)
Editor : Meitika Candra Lantiva