GUNUNGKIDUL - Kabar gembira untuk petani di Kabupaten Gunungkidul. Alokasi pupuk bersubsidi akan melimpah pada masa tanam bulan Agustus sampai Desember 2024.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan, para petani akan mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 38 ribu ton untuk masa tanam nanti.
"Sebelumnya yang disalurkan hanya 20.000 ton pupuk bersubsidi, rencananya akan ada penambahan dari pusat 18 ribu ton," ujar Raharjo kepada awak media.
Pihaknya merinci, untuk pupuk urea sebelumnya yang telah tersalurkan pada Maret 2024 sebanyak 12 ribu ton dan pupuk NPK 8 ribu ton.
Pupuk urea yang akan disalurkan kembali pada masa tanam selanjutnya mencapai 9 ribu ton dengan total alokasi menjadi 21 ribu ton.
Sedangkan, pupuk NPK sebanyak 9 ribu dengan total alokasi menjadi 17 ribu ton.
"Masih rencana, untuk alokasi menunggu distribusi dari pusat," ucapnya.
Raharjo menuturkan, pada musim tanam pertama di Kabupaten Gunungkidul mengeluarkan banyak pupuk bersubsidi mengingat memasuki musim penghujan.
"Musim tanam pertama berkisar lima ribu hektare lahan yang ditanam para petani," ucapnya.
Pihaknya mencatat, realisasi pupuk bersubsidi sampai dengan Bulan maret 2024 mencapai 1.506 ton dari 20.460 ton.
"Ada 755,969 ton pupuk urea dan 751,523 pupuk NPK. Sedangkan NPK formula khusus belum ada realisasi," ungkapnya.
Raharjo menjelaskan, untuk para petani dapat mengakses pupuk bersubsidi itu memerlukan kartu tani yang telah dimiliki.
Namun, yang belum memiliki kartu tani dapat menggunakan kartu tanda penduduk (KTP).
"Untuk penebusan dapat dilakukan perseorangan atau perkelompok," paparnya. (cr6)
Editor : Amin Surachmad