RADAR JOGJA - Sebanyak 2.000 warga Tepus kut serta dalam perhelatan Kirab Budaya kemarin (14/4). Lengkap dengan pakaian adat dan prajurit kerajaan Mataram, mereka berbaris dari kompleks Pasar Tepus ke Balai Kalurahan Tepus.
Peserta kirab juga turut menampilkan gejog lesung, reog, reog, gunungan, hingga tarian adat sepanjang jalan.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, kegiatan ini merupakan Hari Jadi ke-76 Kalurahan Tepus. "Antusias warga untuk ikut serta atau menyaksikan kirab budaya sangat tinggi, dan budaya yang digelar merupakan suatu kebanggaan masyarakat," ujar Sunaryanta.
Sunaryanta berharap, kegiatan kebudayaan dapat terus dipertahankan serta dilaksanakan secara terus-menerus. "Saya memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat ini wujud nyata memelihara persatuan dan kesatuan masyarakat," ungkapnya.
Lurah Tepus Hendro Prapto mengungkapkan, warga dari masing-masing padukuhan menampilkan kesenian terbaik dalam pegelaran Kirab Budaya.
"Setidaknya, 2.400 kepala keluarga yang ada di Kalurahan Tepus. Masing-masing wajib ikut serta dalam memeriahkan kegiatan kirab budaya," ujar Hendro.
Selain ikut serta, warga juga wajib mengetahui sejarah berdirinya Kalurahan Tepus di Bumi Handayani. Menurutnya, Kalurahan Tepus sebelumnya berasal dari tiga kalurahan yang kemudian menjadi satu. "Sebelumnya terdiri dari Kalurahan Mbekonang, Ndloko, dan Tepus. Ketiga daerah itu disatukan menjadi daerah Tepus," ucapnya.
Dengan menyatukan warga dari masing-masing Padukuhan, Hendro berharap dapat membuat masyarakat hidup tentram, adem-ayem, dan bahagia. "Upaya kami dengan menghadirkan kirab budaya ini," tandasnya. (cr6/eno)
Editor : Satria Pradika