Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ngeyel, Sudah Dihapus dari Google Maps, Tanjakan Clongop Gunungkidul Masih Nekat Dilewati

Andi May • Jumat, 12 April 2024 | 02:30 WIB

Pengemudi mendorong sepeda motor akibat tak mampu menanjak di tanjakan Clongop, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (11/4).
Pengemudi mendorong sepeda motor akibat tak mampu menanjak di tanjakan Clongop, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (11/4).
 

 

RADAR JOGJA - Tanjakan Clongop, jalur penghubung Klaten - Gunungkidul menjadi jalur terjal dan ekstrem bagi pengendara saat melintas. Tak sedikit kendaraan roda dua atau roda empat tidak mampu mendaki saat melintas di jalur itu. 

 

Tanjakan Clongop terletak di Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Tanjakan memanjang sejauh dua kilometer itu membuat sejumlah pengemudi harus turun dari kendaraan akibat tidak mampu menanjak. 

 

Kapolsek Gedangsari AKP Suryanto membenarkan insiden kendaraan yang tidak mampu menanjak ketika melewati jalur Clongop itu. Tanjakan terjal nan ekstrem itu membuat sepeda motor ataupun mobil seketika macet di tengah-tengah jalur itu. 

"Jalur tersebut telah kami hapus dari google maps, mengingat sangat membahayakan pengendara, namun kami ada relawan yang siaga untuk menolong para pengemudi," ujar Suryanto kepada Radar Jogja, Kamis (11/4). 

 

 

Jalur tersebut terkenal ekstrem akibat rawannya insiden kecelakaan ketika pengendara yang hendak turun ataupun naik karena mengalami rem blong. 

"Jika kendaraan roda empat tidak mampu menanjak, mereka (relawan) menyiapkan alat ganjal ban agar mobil tidak mundur seketika," ungkapnya. 

 Baca Juga: Dirawat di RSI Muhammadiyah Kendal, Begini Kondisi Sopir Bus Rosalia Indah yang Kecelakaan di Tol Batang Semarang

Kurangnya perhatian medan yang akan dilalui dan kesiapan kendaraan, kata Suryanto, dapat mengakibatkan kejadian yang membahayakan bagi pengemudi.

Suryanto menyebut, Relawan Banser dan warga setempat telah siaga sejak cuti lebaran kemarin. 

"Kalau pengemudi ragu-ragu, pasti tidak menanjak. Apalagi lupa dalam mengoper gigi motor ataupun mobil yang membuat kendaraan dapat mundur kembali," ucapnya. 

 

Suryanto mengakui, selama arus mudik berlangsung jumlah kendaraan yang melintas semakin meningkat. Namun demikian, antisipasi telah dilakukan dengan menghapus jalur tersebut dari google maps. 

"Selain kurang berhati-hati, muatan berlebih juga menjadi faktor kendaraan tidak bisa menanjak saat melintas di Jalur Clongop," tuturnya.

 

Meski berbahaya, Suryanto menyebut jalur tersebut masih bisa dilalui tanpa ada penutupan. Menurutnya, jalur tersebut seringkali digunakan oleh masyarakat setempat yang berpergian ke Klaten. 

"Warga setempat sudah terbiasa akan medan di jalur itu, dan akses terdekat menuju Klaten, Jawa Tengah," jelasnya. (cr6/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Gunungkidul #Tanjakan #klaten