RADAR JOGJA - Perusahaan Pegadaian Gunungkidul mencatat adanya tren peningkatan penebusan sampai penggadaian barang-barang berharga oleh masyarakat selama libur Lebaran.
Kenaikan tren tebus barang oleh nasabah Pegadaian Unit Gunungkidul ini setelah cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) baik karyawan swasta maupun pegawai negeri.
Kepala Unit Pegadaian Gunungkidul Hernawan mengatakan, barang yang mendominasi telah ditebus oleh masyarakat berupa perhiasan mulai dar cincin emas, kalung emas, ataupun gelang dengan alasan akan dipergunakan saat hari raya.
"Mayoritas kan barang berharga yang mereka (nasabah) yang ditebus akan dipakai saat hari raya. Peningkatan untuk tebus barang mencapai 20 persen dari hari-hari biasanya," ujar Hernawan, Rabu (3/4).
Pegadaian Unit Gunungkidul mencatat, warga yang menjadi nasabah mencapai 10 ribu lebih dengan estimasi pelayanan per harinya 10 sampai 20 orang.
Namun kepadatan antrean terlihat jelang libur Lebaran dengan pelayanan tebus ataupun gadai barang. "Kalau hari biasa paling 10 sampai 20 orang, tetapi waktu-waktu sekarang kami melayani hampir 100 orang per-hari," jelasnya.
Hernawan juga menyebut, kebiasaan masyarakat usai menebus barang berharga miliknya, kemudian menggadaikan kembali setelah Lebaran. "Tren gadai kembali meningkat pasca Lebaran," ucapnya.
Tren tebus barang terlihat sejak awal Ramadhan dengan transaksi mencapai ratusan juta per nasabahnya. Setiap nasabah dapat menggadaikan barang berharga miliknya lebih dari satu baik perhiasan maupun barang-barang elektronik.
Tak hanya tren tebus, tren gadai juga meningkat jelang libur Lebaran. Hernawan mengatakan, banyak masyarakat di Gunungkidul menjaminkan barang berharga sebagai modal usaha menyambut pemudik ataupun wisatawan yang akan berkunjung.
"Apalagi masyarakat pesisir, banyak yang menggadaikan barang dengan alasan sebagai modal usaha dagang di wisata-wisata pantai," terangnya.
Kendati demikian, pihaknya juga membuka pelayanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis syariah. Hernawan menuturkan, pelayanan KUR untuk Pegadaian Unit Gunungkidul telah berjalan selama dua tahun. (cr6/din)