RADAR JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul memprediksi adanya peningkatan timbulan sampah selama libur Idul Fitri 2024 ini. Peningkatan produksi sampah berasal dari sampah rumah tangga dan sejumlah objek wisata.
Kepala DLH Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, peningkatan itu biasa terjadi ketika libur Lebaran. Apalagi dengan datangnya pemudik dan juga wisatawan yang akan berkunjung ke Bumi Handayani.
"Dipastikan produksi sampah akan meningkat, baik dari rumah tangga, pasar, hotel dan objek-objek wisata," ujar Hary.
Sedangkan timbulan sampah yang akan mengalami penurunan terdapat pada lingkungan sekolah dan kantor-kantor. Pihaknya belum dapat memperkirakan lonjakan produksi sampah saat Lebaran nanti.
Peningkatan dengan melihat aktivitas-aktivitas masyarakat selama libur Lebaran semakin bertambah. "Baik aktivitas keagamaan, pariwisata, pemudik, dan pasar yang kemungkinan bakal ramai pengunjung jelang atau sampai libur Lebaran," sebutnya.
Hary menjelaskan, produksi sampah terbanyak untuk Kabupaten Gunungkidul terdapat pada sampah yang berasal dari rumah tangga. Secara keseluruhan, rata-rata produksi sampah mencapai 385 ton per-hari.
Untuk itu, pihaknya akan memaksimalkan penanganan sampah dengan mengerahkan armada dan personel sampai dengan libur Lebaran. Tak sampai di situ, TPS3R yang berada di kawasan wisata pantai diharapkan dapat menangani persoalan timbulan sampah.
"Kalau timbulan sampah di objek wisata terbanyak dari aktivitas pelaku usaha, baik dari UMKM ataupun hotel-hotel yang berada di sekitarnya," jelasnya.
Hary menegaskan tak ada libur bagi armada pengangkut sampah meski di hari Idul Fitri 2024 i. Ia memastikan, armada dan personel akan beroperasi siang hari untuk mengangkut sampah-sampah yang ada.
"Untuk TPA mungkin akan tidak beroperasi pada hari raya, namun sampah-sampah akan ditampung terlebih dahulu di bak-bak yang ada di lingkungan masyarakat," terangnya.
Pemkab Gunungkidul juga tengah menyiapkan Surat Edaran (SE) Bupati tentang aktivitas Idul Fitri ramah lingkungan. Salah satunya mengenai pelaksanaan Salat Idul Fitri di lapangan menggunakan tikar atau sajadah. “Tidak menggunakan koran atau lainnya yang berpotensi dapat menimbulkan sampah," pungkasnya.(cr6/din)