Mereka merasakan gejala sakit perut sampai muntah usai menyantap takjil berupa makanan berat yang disediakan, Selasa (3/4) kemarin sekitar pukul 18.00 WIB.
Kapolsek Ponjong AKP Yulianto membenarkan belasan warga padukuhan Klimpit harus mendapatkan penanganan medis akibat keracunan makanan.
"Mereka merasakan gejala keracunan sekitar pukul 20.30 WIB, diduga berasal dari makanan takjil saat pengajian yang diselingi berbuka puasa bersama (bukber)," ujar Yulianto saat dikonfirmasi, Rabu (3/4).
Yulianto menerangkan, pengajian dan bukber dilakukan secara rutin di masjid tersebut. Makanan yang disajikan oleh warga setempat secara bergiliran.
"Makanan yang disantap saat kejadian berupa nasi bungkus dengan lauk oseng tempe, mi dan ayam sebanyak 25 bungkus yang dipesan oleh warga setempat," terangnya.
Mereka kemudian dilarikan ke rumah sakit Panti Rahayu dan Puskesmas Ponjong I untuk mendapatkan penanganan.
Yulianto menuturkan, mayoritas yang merasakan gejala keracunan ialah anak-anak.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Kalurahan Kenteng Sugiyarno mengatakan, warga yang keracunan berasal dari dua RT yang saat itu ikut dalam pengajian dan bukber.
"Kalurahan Kenteng rutin menggelar pengajian sekaligus bukber, namun baru kali ini ada yang keracunan usai menyantap takjil," ujar Sugiyarno.
Ia membenarkan, keracunan yang dirasakan sebagian besar anak kecil dengan gejala mual hingga muntah-muntah. Namun begitu kondisi korban keracunan hingga saat ini berangsur membaik.
"Tidak ada yang diopname, mereka sudah pulang ke rumah dalam kondisi membaik," pungkasnya.
Editor : Bahana.