RADAR JOGJA - Imbas wabah bakteri antraks di Kalurahan Serut, Gedangsari, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul,melakukan vaksinasi ke ratusan ekor hewan. Sebanyak 897 telah mendapatkan vaksin.
Kepala DPKH Gunungkidul Wibawanti Wulandari mengatakan, usai munculnya kasus antraks, pihaknya melakukan sejumlah penanganan terhadap hewan-hewan ternak, mulai dari pemberian antibiotik hingga vaksinasi. Vaksinasi menyasar dua wilayah, yakni Padukuhan Kayoman dan Padukuhan Wangon.
Dua lokasi ini ditetapkan sebagai zona merah antraks yang menjadi titik awal munculnya bakteri antraks.
Di Padukuhan Kayoman, terdapat dua kambing dan satu sapi yang mati mendadak akibat terpapar antraks. Ternak yang divaksin antraks di Padukuhan Kayoman yakni 134 sapi dan 299 kambing. Dusun Wangon 158 sapi, 304 kambing, dan 2 domba.
Selain itu,pihaknya juga meningkatkan pengawasan penjualan daging di pasar hewan hingga lebaran nanti. DPKH Gunungkidul juga memperketat lalu lintas hewan di Padukuhan Kayoman. Tiga hewan yang mati mendadak juga ditangani Puskeswan secara prosedur antraks.
DPKH juga menekankan agar hewan-hewan yang ada di sejumlah pasar hewan dilengkapi dengan surat keterangan sehat.(cr6/din).