GUNUNGKIDUL - Imbas wabah bakteri Antraks di Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) melakukan vaksinasi ke ratusan ekor hewan ternak.
Kepala DPKH Gunungkidul Wibawanti Wulandari mengatakan, usai munculnya kasus antraks, pihaknya melakukan sejumlah penanganan terhadap hewan-hewan ternak di Kalurahan Serut, mulai dari pemberian antibiotik hingga vaksinasi.
"Sebanyak 897 hewan ternak kami vaksin antraks, guna mencga meluasnya kasus antraks di Kabupaten Gunungkidul," ujar Wibawanti kepada awak media, Rabu (27/3).
Setidaknya, ratusan hewan ternak dari dua padukuhan di Kalurahan Serut mendapatkan penanganan antraks yakni Padukuhan Kayoman dan Padukuhan WangonWangon.
"Dua lokasi yang kami tetapkan sebagai zona merah antraks yang menjadi titik awal munculnya bakteri antraks," ucapnya.
Di Padukuhan Kayoman sendiri, kata Wibawanti terdapat dua kambing dan satu sapi yang mati mendadak akibat terpapar antraks.
Wibawanti merinci, hewan ternak yang divaksin antraks di Padukuhan Kayoman yakni 134 sapi dan 299 kambing.
Dusun Wangon sebanyak 158 sapi, 304 kambing dan 2 domba.
Tak sampai di situ, pihaknya juga meningkatkan pengawasan penjualan daging di pasar hewan hingga lebaran nanti.
"Hingga kini, penjualan daging di pasar masih dalam pengawasan kami hingga lebaran nanti," ungkapnya.
Sebelumnya, DPKH Gunungkidul juga memperketat lalu lintas hewan di Padukuhan Kayoman.
Tiga hewan yang mati mendadak juga ditangani Puskeswan secara prosedur antraks.
DPKH juga menekankan agar hewan-hewan ternak yang ada di sejumlah pasar hewan harus dilengkapi dengan surat keterangan sehat pasca munculnya kasus antraks di Kabupaten Gunungikidul. (cr6)
Editor : Amin Surachmad