Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Diprediksi Harga Tetap Tinggi Hingga Lebaran, Pemkab Gunungkidul Gencar Bagikan Beras Bantuan

Andi May • Selasa, 26 Maret 2024 | 03:26 WIB
TULUS: Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyerahkan bantuan beras CPP di balai Kalurahan Wonosari, Senin (25/3).
TULUS: Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyerahkan bantuan beras CPP di balai Kalurahan Wonosari, Senin (25/3).

GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul gencar menyalurkan bantuan beras cadangan pangan pemerintah (CPP) kepada masyarakat.

Setidaknya, 242.870 ton beras bantuan disalurkan kepada warga di 21 kalurahan di dua kapanewon yakni Nglipar dan Wonosari.

Untuk Kapanewon Wonosari, beras bantuan disalurkan kepada 19.604 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sedangkan, Kapanewon Nglipar sebanyak 4.683 KPM.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan, beras CPP merupakan alokasi untuk Maret 2024 untuk Kapanewon Wonosari.

Menurutnya, masyarakat patut bersyukur akan bantuan beras di tengah-tengah tingginya harga komoditas bahan pokok itu.

"Mewakili pemerintah pusat saya serahkan bantuan beras ini semoga dapat bermanfaat dan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin," kata Sunaryanta di balai Kalurahan Wonosari, Senin (25/3).

Ia mengharapkan, beras yang diterima masyarakat dapat dipergunakan hingga lebaran nanti.

Bantuan beras juga akan diberikan secara berturut-turut hingga empat bulan ke depan.

"Total ada 14 kalurahan di Kapanewon Wonosari, KPM terbanyak terdapat di Kalurahan Karang Tengah mencapai 1253 orang dengan jumlah bantuan sebesar 12.530 ton," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul Kelik Yuniantoro memprediksi harga beras akan tetap stabil hingga lebaran nanti.

"Pantauan kami, beras medium dipatok dengan harga Rp 15 ribu sampai Rp 16 ribu per kilogramnya, sedangkan premium masih di angka Rp 17 ribu per kilogramnya," ujar Kelik.

Ia tak menapik bahwa harga-harga itu masih terbilang tinggi dibandingkan dengan kemampuan masyarakat Bumi Handayani.

Mencegah kenaikan harga beras jelang lebaran Idul Fitri 2024 mendatang, pihaknya mengintensifkan operasi pasar dan pasar murah di sejumlah lokasi se-Kabupaten Gunungkidul.

"Kami bekerja sama dengan Bulog agar menggencarkan pasar murah dan operasi pasar agar harga beras tetap stabil," ungkapnya.

Ia menyebut, pihaknya melaksanakan pasar murah dua kali sehari dengan menyiapkan dua ton beras untuk sekali pelaksanaannya. (cr6)

Editor : Amin Surachmad
#Sunaryanta #beras #bantuan #bupati gunungkidul #CPP