Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pantau Pasar, Pemkab Gunungkidul Sebut Harga Sembako Selama Ramadhan Tak Tentu

Andi May • Jumat, 22 Maret 2024 | 03:24 WIB
 
PANTAU: TPID dan Pemkab Gunungkidul memantau ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Ngawu, Playen, Kamis (21/3) siang.
PANTAU: TPID dan Pemkab Gunungkidul memantau ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Ngawu, Playen, Kamis (21/3) siang.
 
GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul memantau harga dan stok komoditas sembako di Pasar Ngawu, Kapanewon Playen, Kamis (21/3) siang. 
 
Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto menyebut, harga sembako selama bulan Ramadhan cenderung tak menentu atau naik turun. 
 
"Seperti minyak dan telur mengalami fluktuasi jelang hari raya, namun harga beras tetap stabil," ujar Heri kepada awak media. 
 
Menurutnya, harga beras meningkat secara drastis sejak Pemilu 2024 lalu.
 
Namun, kata Heri, pada beras premium mengalami penurunan harga yang sebelumnya Rp 18 ribu menjadi Rp 17 ribu perkilogramnya. 
 
 
Sedangkan, harga daging ayam di pasaran berkisar di harga Rp 36 ribu perkilogramnya dan daging sapi Rp 140 ribu perkilogramnya. 
 
"Stok kebutuhan bahan pokok untuk warga Bumi Handayani masih tercukupi," jelasnya. 
 
Pihaknya juga mengharapkan stok dan harga bahan pokok saat memasuki hari Idul Fitri dapat stabil dan tetap tersedia untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.
 
 
Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah DIY Yuna Pancawati mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan langkah antisipasi lonjakan harga bahan pokok pada hari raya mendatang. 
 
"Kami bersama pemkab mempersiapkan seperti pasar murah untuk mengantisipasi lonjakan harga dan kebutuhan masyarakat dapat terus terpenuhi," ujar Yuna. 
 
Menurutnya, lonjakan harga dipengaruhi kebutuhan masyarakat yang makin tinggi sehingga ketersediaan bahan pokok berkurang. 
 
Untuk itu, masyarakat diimbau agar bijak dalam berbelanja agar seluruh kebutuhan dapat terpenuhi dengan baik dan stok pasar dapat tercukupi sampai hari raya.
 
 
Sementara itu, Pedangang Pasar Ngawu Suwarni mengatakan, belum ada peningkatan signifikan kunjungan pasar selama Bulan Ramadhan. 
 
"Jumlah konsumen pasar Ngawu hingga saat ini masih sepi," ujar Suwarni. 
 
 
Ia mengatakan, biasanya peningkatan kunjungan pasar terjadi ketika waktu-waktu mendekati hari raya Idul Fitri nanti. 
 
Pemantauan pasar dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja Gunungkidul dan pihak terkait. (cr6) 
 
Editor : Amin Surachmad
#TPID #Playen #sembako #harga beras