RADAR JOGJA - Sebuah aksi luar biasa dari 53 penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Patuk, Gunungkidul telah menggugah hati banyak orang.
Mereka mengambil keputusan yang berani dan mulia untuk mengembalikan bantuan yang mereka terima kepada pemerintah atau menyatakan diri untuk mengikuti proses graduasi mandiri.
Tindakan yang menginspirasi ini tidak dilakukan tanpa alasan yang kuat. Para penerima bantuan PKH tersebut merasa bahwa mereka telah mampu secara finansial, sehingga mereka tidak lagi memerlukan bantuan dari pemerintah.
Video yang menampilkan acara deklarasi pengunduran diri sebagai peserta bansos PKH ini diunggah melalui akun Instagram @merapi_uncover pada Kamis (21/3).
Dalam video tersebut, terlihat warga Patuk dengan tegas menyatakan keputusan mereka untuk mengembalikan bantuan kepada pemerintah.
Mereka juga secara resmi menulis surat pengunduran diri kepada bupati setempat. Langkah ini telah mendapat banyak apresiasi dari masyarakat luas.
Salah satu komentar dari akun @srirose19 menyatakan, "Patut dicontoh oleh warga yang lain."
Begitu juga dengan @selirossee yang berkomentar, "Bagus banget, kesadarannya tinggi, jika memang bukan haknya.. Salut, semoga Allah lancarkan rejeki Bapak/Ibu semua ya."
Sementara itu, @choliez31 menambahkan, "Muantabbb ketika yang lain mengaku-ngaku butuh bantuan, warga Patuk ini justru menjadi teladan yang baik."
Keputusan yang diambil oleh 53 penerima bansos PKH ini merupakan contoh nyata dari kesadaran dan keberanian untuk mandiri secara finansial.
Mereka bukan saja menunjukkan bahwa mereka telah mampu mengelola kehidupan mereka sendiri, tetapi juga memberikan inspirasi bagi orang lain untuk mengikuti jejak yang sama.
Dengan tindakan ini, mereka tidak hanya membebaskan diri dari ketergantungan pada bantuan pemerintah, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mereka yang lebih membutuhkan untuk mendapatkan bantuan tersebut.
Semoga langkah ini menjadi tonggak awal bagi perubahan positif dalam pola pikir dan tindakan mandiri di masyarakat.
Editor : Bahana.