GUNUNGKIDUL - Sebanyak 109 rumah warga terdampak bencana angin kencang di Kabupaten Gunungkidul, Kamis (14/3) kemarin.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, kerusakan akibat bencana hidremeteorologi tersebar di 12 kapanewon.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono merinci, jumlah terbanyak rumah terdampak yakni Kapanewon Semanu.
"Empat puluh delapan rumah warga rusak di Kapanewon Semanu, 33 Wonosari 13 Playen, 6 Ponjong, 3 Patuk, 2 Karangmojo, 1 Paliyan, 2 Ngawen, dan 1 Semin," ujar Purwono saat dikonfirmasi, Jumat (15/3).
Tak hanya itu, bencana angin kencang yang berakibat pohon tumbang juga menimpa dua bangunan sekolah yang terletak di Kapanewon Rongkop dan Kapanewon Karangmojo.
Pohon tumbang juga menutup akses jalan di Kapanewon Playen, Gedangsari, Karangmojo dan Semanu. empat kendaraan juga tertimpa pohon tumbang.
"Kerusakan rumah rata-rata atap yang diterbangkan oleh angin, dan tertimpa pohon," ucapnya.
Setidaknya, 145 titik terdampak angin kencang yang terjadi selama 30 menit lamanya.
Di antaranya, rumah warga, kendaraan, tempat peribadatan, jalan, sekolah, dan tiang listrik.
Namun begitu, BPBD, tim relawan dan masyarakat bergotong royong dalam evakuasi dampak dari bencana hidremeteorologi yang menerjang Bumi Handayani.
"Sejauh ini belum ada laporan korban terdampak angin kencang dan pohon tumbang," tuturnya.
Kerugian materil dari keseluruhan yang terdampak ditaksir mencapai Rp 115 juta.
Meskipun begitu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan mengenai peringatan dini dan informasi cuaca.
"Pemangkasan pohon lapuk dan cabang berlebih yang berpotensi membahayakan jika terjadi angin kencang," katanya.
Masyarakat juga diingatkan untuk menghindari pohon besar, baliho, tiang listrik, dan daerah rawan longsor ataupun aliran sungai saat hujan yang disertai angin kencang. (cr6)
Editor : Amin Surachmad