GUNUNGKIDUL - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di perairan Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tinggi gelombang berpotensi mencapai empat sampai enam meter yang beresiko tinggi terhadap keselamatan nelayan.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono mengatakan, pihaknya telah mengimbau para nelayan dan warga pesisir untuk tidak beraktivitas di sekitar pantai selama peringatan dini gelombang tinggi.
"Sudah dua hari, pada perairan laut selatan terjadi gelombang tinggi," ujar Marjono kepada awak media, Kamis (14/3).
Sebelum terjadinya gelombang tinggi, imbauan ke warga sekitar pantai, nelayan, dan wisatawan telah disosialisasikan oleh SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul.
"Sejauh ini dampak dari kenaikan gelombang masih aman, tidak merusak bangunan maupun kapal nelayan," ucapnya.
Untuk itu, kata Marjono, para nelayan sebaiknya agar tidak melaut dulu selama gelombang tinggi menerjang.
Gelombang tinggi sudah terjadi sejak Rabu, 13 Maret 2024 kemarin.
"Barang-barang berharga mulai armada dan alat tangkap juga sudah diamankan masing-masing nelayan," ucapnya.
Tak hanya nelayan, wisatawan juga diimbau untuk tidak berada di pesisir pantai selama gelombang tinggi menerjang.
Belum dapat dipastikan gelombang tinggi berakhir sampai kapan.
Namun begitu, nelayan maupun warga diminta untuk tidak beraktivitas di pesisir maupun di laut.
"Dari pantauan gelombang mencapai empat meter, dari peringatan dini BMKG berpeluang enam meter," pungkasnya. (cr6)
Editor : Amin Surachmad