Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, dan Kementerian Pertanian gerak cepat dan segera menurunkan tim ke lokasi kejadian.
Setelah mereka melakukan investigasi dan penelitian melalui sampel darah sapi dan tanah dari Desa Serut, Kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul selain itu mereka juga megambil sampel tanah dari desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman positif antraks.
Dilangsir dari Ditjenpkh pertanian, salah satu upaya yang diberikan untuk mencegah penularan dan penambahan kasus antraks, maka Kementan segera mengirimkan bantuan berupa 1000 dosis vaksin, 100 botol antibiotik, dan 1000 botol vitamin untuk ternak di wilayah terdampak antraks.
Kasus anthrax ini tidak hanya menyerang pada hewan saja namun kepada manusia juga.
Biasanya manusia bisa tertular apa bila memakan daging ternak yang memang sudah terkena virus anthrax.
Maka dari itu, Tim Kementan bersama dinas setempat telah melakukan proses permberihan dan desinfeksi di lokasi penyembelihan daging ternak, kandang yang digunakan untuk mengurung ternak, dan area penguburan ternak yang positif anthrax.
Pengobatan antibiotik dan roboransia, serta KIE bersama UPT Puskesmas juga telah dilakukan. Vaksinasi akan segera dilakukan setelah pengobatan.