Pantauan Radar Jogja di Pasar Argosari, Wonosari, meskipun harga ayam melonjak naik, pedagang daging ayam ramai dikunjungi konsumen, Senin (11/3).
Pedagang Ayam Sugiarti mengatakan, harga daging ayam terus naik sejak seminggu jelang Ramadhan.
Sebelumnya dipatok Rp 38 ribu perkilogramnya lalu naik menjadi Rp 40 ribu perkilogramnya.
"Biasanya kalau jelang Ramadhan, harga-harga naik," ujar Sugiarti.
Menurutnya, permintaan yang tinggi jelang Ramadhan membuat harga daging ayam terus melonjak naik.
Terbukti, seminggu sebelum Ramadhan, daging ayam miliknya terjual hingga 35 kilogram perharinya.
"Biasanya cuma 15 kilogram perhari, sekarang bisa mencapai 35 kilogram," ucapnya.
Sugiarti juga mengaku, memasuki Bulan Ramadhan tingkat jumlah pengunjung semakin meningkat.
Ia memprediksi harga daging ayam akan terus meningkat saat bulan Ramadhan.
Tak hanya daging ayam, bahan pokok untuk sejumlah komodity juga mengalami kenaikan harga jelang Ramadhan diantaranya, telur, gula dan minyak goreng
Pedagang Sembako Tri mengatakan, harga telur yang sebelumnya dipatok dengan harga 30 ribu perkilogramnya, kini dijual dengan harga mencapai Rp 32 ribu.
"Naiknya harga telur belum tinggi, masih normal untuk kami," ujar Tri.
Menurutnya, kenaikan harga telur disebabkan harga pakan ayam yang juga melonjak naik.
"Informasi dari distributor harga pakan ayam juga naik, jadi harga telur mengikuti," ucapnya.
Selain itu, harga gula pasir menyentuh angka Rp 18 ribu yang sebelumnya Rp 16 ribu perkilogramnya.
"Minyak goreng naik yang sebelumnya Rp 15 ribu menjadi Rp 16 ribu perkemasannya," ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan, pihaknya mengetahui sejumlah bahan pokok dan ayam mengalami kenaikan harga di pasaran.
"Mendekati bulan puasa permintaan tinggi, harga daging ayam juga ikut naik," ujar Kelik.
Untuk Beras sendiri, kata Kelik, hingga saat ini belum menunjukan adanya penurunan harga.
Ia menyebut, harga beras medium berkisar Rp 16 ribu dan premium Rp 18 ribu perkilogramnya.
"Namun kemungkinan akan ada penurunan harga untuk komoditas beras mengingat sejumlah wilayah di Utara Gunungkidul telah panen," ucapnya.
Kelik menegaskan, pihaknya akan rutin melakukan operasi di sejumlah pasar dan juga akan melaksanakan pasar murah di akhir Bulan Maret mendatang.
Editor : Bahana.