Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berdasarkan Keyakinan, Kemenag Gunungkidul Hormati Keputusan Jemaah Masjid Aolia

Andi May • Sabtu, 9 Maret 2024 | 04:35 WIB

 

Pelaksanaan salat tarawih jamaah Masjid Aolia, Desa Giriharjo, Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (6/3).
Pelaksanaan salat tarawih jamaah Masjid Aolia, Desa Giriharjo, Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (6/3).

RADAR JOGJA - Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul angkat suara mengenai pelaksanaan salat Tarawih dan puasa lebih awal yang dilakukan jemaah masjid Aolia di Desa Giriharjo, Panggang, Gunungkidul. Mereka melangsungkan ibadah puasa pada 7 Maret sesuai arahan dari KH Ibnu Raden Hajar Sholeh atau Mbah Benu.

Kepala Kantor Kemenag Gunungkidul Sa'aban Nuroni mengatakan, pihaknya telah menyambangi kompleks masjid Aolia untuk tabayun mengenai pelaksanaan Ramadhan lebih awal. "Kami sudah tabayun ke Mbah Benu, beliau menjelaskan penentuan Ramadan berdasarkan keyakinannya," ujar Nuroni kepada awak media kemarin (8/3).

Mengenai penentuan waktu Ramadan dari Mbah Benu, kata Nuroni, pihaknya menghormati itu. Dia pun tidak turut menyalahkan ataupun menjelek-jelekkan. "Karena sifatnya keyakinan, meskipun bagi kami masih mempertanyakan. Karena beliau sudah meyakini, kami hanya menghormati," ucapnya.

Pihaknya juga akan mencari informasi yang lengkap mengenai penentuan waktu Ramadan itu. Hal itu menurutnya diperlukan pengkajian oleh Kemenag pusat. Sebab hampir setiap tahun, Jemaah Masjid Aolia lebih dulu melaksanakan ibadah puasa dibandingkan dengan pelaksanaan yang ditentukan pemerintah. "Namun biasanya hanya selisih satu sampai dua hari, tapi sekarang lima hari," ucapnya.

Berdasarkan pengamatannya, perbedaan jemaah Masjid Aolia hanya terdapat pada waktu penentuan awal Ramadan. Nuroni menjelaskan, perihal pelaksanaan salat dan ibadah, masih sama seperti pada umumnya. "Kami tetap memakai standar menghormati dan menghargai perbedaan tersebut, masyarakat juga tidak ada yang mempermasalahkan itu," tandasnya. (cr6/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Masjid Aolia #Kemenag Gunungkidul