RADAR JOGJA - Bakteri antraks kembali menyerang seorang warga di Padukuhan Kayoman, Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul. Warga yang suspek antraks itu kini tengah dirawat di rumah sakit Prambanan.
"Kebetulan di rumahnya terdapat sapi mati, namun tidak disembelih atau dikonsumsi," ujar Panewu Gedangsari Eko Krisdiyanto saat dikonfirmasi wartawan kemarin (8/3).
Eko belum dapat menjelaskan kronologi warganya bisa terkena penyakit berbahaya itu. Namun demikian ia memastikan sapi itu mati telah dikubur oleh tim puskeswan (pusat kesehatan hewan).
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawati membenarkan satu warga Gedangsari terindikasi bakteri antraks.
"Informasi yang kami dapatkan dari Dinkes Sleman, ada warga kami yang dirawat di rumah sakit Prambanan suspek antraks," ujarnya.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul untuk melakukan survei terhadap sapi mati itu. "Kami melakukan surveilens, melihat apakah ada yang terkena lagi apa tidak," ucapnya.
Dinkes juga akan melakukan pelacakan jika terdapat warga yang mengonsumsi sapi ternak yang diduga mati akibat bakter antraks.
"Namun hingga saat ini kami baru mendapatkan informasi bahwa hanya satu warga yang suspek antraks," katanya.
Meskipun begitu, Dewi menyebut kasus antraks di Kabupaten Gunungkidul masih minim.
Pihaknya juga telah mengerahkan tiap puskesmas untuk melaporkan jika ada warga yang terserang bakteri tersebut.
Menanggapi munculnya kembali kasus antraks di Gunungkidul, Bupati Sunaryanta mengaku, kasus antraks bukanlah kali pertama ditemukan. Melainkan sudah beberapa tahun yang lalu.
"Saya imbau masyarakat jangan berandai-berandai. Kami juga telah menempatkan puskeswan di tiap kapanewon," ujarnya.
Namun begitu pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi agar bakteri antraks tidak terkena. Baik terhadap hewan ternak maupun masyarakat. (cr6/laz)