RADAR JOGJA - Perguruan tinggi di Jogja terus berupaya memberikan pemikiran, ide dan gagasan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat. Amikom Jogjakarta misalnya, mendukung sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul dengan mendirikan studio animasi level internasional.
Rektor Amikom Prof. Suyanto mengatakan, pihaknya siap membantu pemerintah dalam pengembangan pariwisata. "Kita bisa bantu dengan aplikasi kita, ketika orang wisata ke Gunungkidul selain lewat traveloka, agoda, syukur kita punya software sendiri yang bisa nyambung ke traveloka atau agoda," Prof. Suyanto Kamis (7/3).
Amikom sudah mempersiapkan itu, supaya tidak tergantung dengan pihak lain. Dengan senang hati, pihaknya siap melakukan kolaborasi bersama dengan Pemkab Gunungkidul."Kami sudah punya tanah 11 hektare di Gunungkidul, harapannya untuk membuat museum animasi seperti Ghibli di daerah Kapanewon Tepus," jelasnya.
Untuk diketahui, studio Ghibli di negara Jepang bertanggung jawab atas animasi klasik adalah pusat dari Ghibli World. Ghibli Museum tidak seperti Disney World, ini adalah museum, bukan taman hiburan, tetapi tingkat fandom yang dipamerkan mungkin sama kuatnya.
Film karya Amikom sendiri diakui sudah ada di Hollywood. Dulu yang mendistribusikan Amazon dan sekarang Amikom akan masuk ke book office. Kalau bisa distributornya Top 10 atau 20 Top dunia yang mendistribusikan film Ajisaka.
"Karena tempatnya Amikom sekarang kan, sudah tidak cukup," ucapnya ketika ditanya mengenai alasan membangun studio animasi level internasional di Gunungkidul.
Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang (Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana) Kabupaten Gunungkidul, Fajar Ridwan mengatakan sejauh Amikom sudah mengajukan kajian kesesuaian pemanfaatan ruang.
“Sudah kita tindaklanjuti dibahas di Forum Penataan Ruang Daerah (FPRD). Luas pengajuan tentu sudah ada. Sedang peruntukan yang kami sampaikan di PKKPR dengan kajian melalui forum tersebut juga sudah ada," kata Fajar Ridwan.
Misalnya apabila ada lahan yang masuk dalam LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) atau kesesuaian Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD). Pihaknya tidak mengetahui secara pasti pemanfaatan lahan tersebut "Kalau tidak salah lahan tersebut akan digunakan sebagai laboratorium lapangan," ujarnya. (gun)