Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kasus Self Harm, Disdik Panggil Kepala SMPN 2 Saptosari Gunungkidul

Gunawan RaJa • Kamis, 7 Maret 2024 | 21:55 WIB
PERKUAT MENTAL - Pelajar SMPN 2 Saptosari mengikuti kegiatan pelatihan bagi siswa konselor sebaya bersama dengan Puskesmas Saptosari Rabu (7/3/2024)
PERKUAT MENTAL - Pelajar SMPN 2 Saptosari mengikuti kegiatan pelatihan bagi siswa konselor sebaya bersama dengan Puskesmas Saptosari Rabu (7/3/2024)

DISCLAIMER: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan menyakiti diri sendiri.

Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan menyakiti diri sendiri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan menyakiti diri sendiri.

GUNUNGKIDUL - Perilaku negatif self harm atau melukai diri sendiri yang dilakukan 23 pelajar putri SMPN 2 Saptosari mengundang keprihatinan banyak pihak. Penanggungjawab sekolah telah dipanggil Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gunungkidul untuk dimintai keterangan.

Klarifikasi dilakukan disdik pada Kamis pagi (7/3/2024). Berdasarkan keterangan dari kepala sekolah, peristiwa Self harm siswa terjadi di rumah atas laporan salah satu orang tua siswa pada bulan November 2023. Peristiwa ini bukan terjadi pada maret 2024.

"Pasca peristiwa tersebut, sekolah melakukan pendampingan terhadap siswa-siswa tersebut bersama tim kesiswaan, guru BK dan berkolaborasi dengan Puskesmas Saptosari," kata Nunuk Setyowati.

Peristiwa self harm ini dilakukan oleh siswa karena meniru trend TikTok dan rata-rata siswa tersebut kurang mendapat perhatian orangtuanya karena bekerja di tempat yang jauh. Bekerja di wilayah Jogja dan sekitarnya dan anak ikut simbah.

"Sekolah dan puskesmas berkolaborasi akan melakukan pendampingan sbg tindakan preventif melalui peer consellor atau konselor sebaya yang melibatkan siswa di SMPN 2 saptosari," ujarnya.

Puskesmas telah melakukan pendampingan awal dan screening perkembangan siswa pd bulan februari 2024 dan 4 maret 2024. Diantaranya menyampaikan ttg materi kesehatan reproduksi, kesehatan mental, sosial emosional dan lain-lain pada siswa.

"Puskesmas memiliki program dengan melibatkan tim UKMS untuk mengadakan pelatihan bagi siswa konselor sebaya. Pada 6 Maret 2024 Puskesmas bersama media datang ke sekolah melakukan pendampingan kepada siswa," ucapnya.

Atas peristiwa itu Nunuk Setyowati meminta agar peran para guru terutama wali kelas untuk mengadakan pendampingan kepada anak dilakukan secara maksimal. Termasuk melakukan kerjasama dengan orang tua dalam melakukan pengawasan anak-anak.

Sementara itu Wakil Kepala Sekolah (Waka) SMPN 2 Saptosari Mujiyono belum bisa dikonfirmasi mengenai pemanggilan disdik kepada pihak sekolahnya. Sebelumnya dia memastikan kasus self harm telah ditangani dengan baik.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho meminta agar kasus self harm ditangani secara serius. Pihaknya mengapresiasi karena sejauh ini upaya penanganan berupa pendampingan berjalan cukup baik.

"Kalau muncul kasus harus segera ditangani, termasuk bagaimana cara mengantisipasi. Ini demi masa depan anak, demi kebaikan bersama," kata Heri Nugroho. (gun)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#diri #Sendiri #Gunungkidul #menyakiti #self harm