Keracunan diduga berasal dari hidangan urap yang disantap saat salah satu warga Padukuhan Kaliketuk menggelar hajatan, Selasa (5/3) malam.
Lurah Kalitekuk Waluya membenarkan, puluhan warganya harus mendapatkan penanganan medis usai menyantap urap dari pesta hajatan itu.
"Sekitar 62 warga di rawat di rumah sakit dan puskesmas, gejala mulai dirasakan itu pas Rabu pagi, sehingga kami menduga keracunan urap," ujar Waluya kepada awak media, Kamis (73).
Meski begitu, ia belum dapat memastikan kebenaran gejala yang dialami puluhan warganya akibat keracunan makanan hajatan. "Kami masih menunggu keterangan pihak rumah sakit," ucapnya.
Namun, indikasi kuat akan ketacunan itu, setelah mengetahui keluhan warganya yang merasakan ialah yang hadir dalam hajatan dan menyantap urap yang sama.
"Warga yang menyantap nasi dan telur saat hajatan tidak merasakan gejala itu (keracunan), dugaan sementara dari makanan urap yang disediakan," jelasnya.
Waluya, ada beberapa warga yang memilih untuk tidak menjalani rawat inap di rumah sakit. Namun sebagian harus diopname.
"Gejala-gejalanya itu mual, pusing, muntah-muntah hingga diare, hampir semua warga saya mengalami gejala itu," terangnya.
Bahkan, beberapa warga Padukuhan Kalitekuk mengalami demam tinggi usai menyantap hidangan hajatan itu. "Gejala pertama hanya beberapa orang, namun tiba-tiba makin banyak," ucapnya.
Terpisah, Kapolsek Semin AKP Arif membenarkan puluhan warga Padukuhan Kalitekuk mengalami gejala mual hingga muntah usai menyantap makanan hajatan itu.
"Mereka (warga) berbondong-bondong ke puskesmas dengan keluhan mual hingga diare," ujar Arif.
Keracunan massal itu, diduga berasal dari hidangan urap yang disediakan saat hajatan berlangsung.
Hingga saat ini puluhan warga yang merasakan gejala masih menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas setempat.
Editor : Bahana.