GUNUNGKIDUL - Jamaah Islam Masjid Aolia di Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, memulai Ramadhan lebih awal. Yakni, pada 7 Maret 2024.
Bukannya mengikuti perhitungan pemerintah, jamaah Masjid Aolia telah melaksanakan ibadah sholat tarawih pada Rabu, (6/3) malam.
Pantauan Radar Jogja di masjid Aolia, setidaknya puluhan warga di dua Masjid Aolia di Desa Giriharjo melaksanakan sholat tarawih lebih awal.
Hal itu, mereka yakini berdasarkan perintah Imam Masjid bernama KH. Raden Ibnu Hajar Sholeh atau Mbah Benu panggilan akrabnya.
KH Raden Ibnu Hajar Sholeh mengatakan, berdasarkan perhitungannya tanggal 30 Syaban jatuh pada tanggal 6 Maret 2024.
"Besok sudah masuk bulan Ramadhan," ujar mbah Benu saat ditemui di kompleks Masjid Aolia.
Sekilas tidak ada yang berbeda dari gerakan sholat yang dilakukan jamaah masjid Aolia. Sholat tarawih dan Witir juga dilakukan sebanyak 23 rakaat.
Mbah Benu mengatakan, perbedaan hanya terdapat pada pelaksanaan ibadah Ramadhan yang tidak mengikuti perhitungan pemerintah.
"Jika pemerintah mau tanggal 12 yah boleh, Muhammadiyah tanggal 11 boleh, tergantung keyakinan masing-masing," ucapnya.
Meskipun demikian, Mbah Benu mengaku belum mengetahui waktu pelaksanaan Idul Fitri untuk jamaah Islam Masjid Aolia.
Sementara itu, jamaah Masjid Islam Aolia bernama Daud, mengaku, sudah menjadi kebiasaan jamaah Islam Aolia melaksanakan ibadah puasa dan tarawih lebih awal dibandingkan dengan waktu yang ditentukan pemerintah.
"Setiap tahunnya, kami lakukan lebih awal sesuai dengan penentuan Mbah Benu," ujar Daud.
Menurutnya, jamaah Islam Aolia itu tersebar hingga ke berbagai negara. Bahkan, penentuan dari masuknya bulan Ramadhan mengikuti Mbah Benu.
"Mbah Benu punya perhitungan sendiri mengenai penentuan awal bulan Ramadhan. Jadi seluruh jamaah mengikuti Mbah Benu," imbuhnya. (cr6)
Editor : Amin Surachmad