DISCLAIMER: Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan self harm.
Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan self harm, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
Berbagai saluran telah tersedia bagi pembaca untuk menghindari tindakan menyakiti diri sendiri.
GUNUNGKIDUL - Kepala Puskesmas Saptosari dr. Ari Hermawan membenarkan tengah menangani kasus self harm di SMPN 2 Saptosari. Pihaknya menerjunkan telah menerjunkan Tim konselor UKMS (Upaya Kesehatan Mental Sekolah).
"Kami mendapat laporan dari sekolah dan langsung tindaklanjuti dengan sejumlah program, salah satunya pendampingan," kata Ari Hermawan.
Tim UKMS terdiri dari tenaga medis dan psikiater dari RS Bethesda Wonosari. Puluhan anak korban self harm telah mendapatkan pendampingan.
"Hari ini kami mengadakan sosialisasi kesehatan mental di SMPN 2 Saptosari," ujarnya.
Kesehatan mental di sekolah menjadi penting untuk mengantisipasi kasus-kasus kekerasan kekerasan termasuk bullying.
"Bersama dengan dokter spesialis jiwa di Rumah Sakit Bethesda Wonosari kita buat program atau perencanaan untuk membentuk tim konselor di sekolah. SMPN 2 Saptosari menjadi pilot project.
"Anak yang ikut acara ini diharapkan bisa mengedukasi temen-temen yang lainnya terkait dengan apa itu kesehatan mental. Jadi nanti temen-temennya akik yang di sini bisa berbagi ilmu kepada teman-teman yang lain," ujarnya.
Menurutnya banyak sekali kasus-kasus yang sudah mengarah kekerasan. Salah satunya remaja melakukan tindakan-tindakan kekerasan atas dirinya sendiri.
"Kami berharap program ini bisa jadi pilot project di seluruh sekolah. Seperti diketahui generasi sekarang sedang bersiap menuju Indonesia Emas di 2045," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil kepala sekolah SMPN 2 Saptosari Mujiono Spd mengucapkan terimakasih karena mendapat dukungan dari Puskesmas Saptosari.
"Fiharapkan terbentuknya tim konselor kasus-kasus bullying dan kekerasan di sekolah terdeteksi dan ditangani dengan cepat," kata Muji. (gun)