RADAR JOGJA - Sebanyak 13 warisan budaya atau Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) bakal masuk Cagar Budaya Tahun 2024. Rencananya akan dikaji terlebih dahulu oleh Tim Ahli Cagar Budaya bersama Kundha Kabudayaan Kabupaten Gunungkidul.
ODCB yang dimaksud ialah, Situs Manikmoyo, Lantai Purba Gunungbang, Kubur Peti Batu Gunungbang, Kubur Peti Batu D56, Kubur Peti Batu D56P, Wayang Beber, Yoni Bendung, Topoweng Nduwet, Gunungbang, Candi Dengok, Ngawis, Bleberan dan Megalitik.
Kepala Seksi Warisan Budaya Benda Bidang Warisan Budaya Kundha Kabudayaan Gunungkidul Eddy Sarjono menyebut, ODCB yang akan dikaji terdiri dari empat kategori yakni struktur, situs, benda, dan kawasan.
"Dari keseluruhan ODCB yang dikaji, hanya 12 saja yang akan masuk Cagar Budaya 2024 nanti dan langsung disahkan menggunakan Surat Keputusan (SK) Bupati," ujar Eddy kepada awak media, Kamis (29/2).
Eddy menjelaskan, objek warisan budaya yang akan dilakukan kajian oleh tim ahli cagar budaya harus memenuhi unsur kelayakan. Sedangkan untuk objek budaya Megalitik nantinya akan masuk daftar cadangan untuk Cagar Budaya. Perubahan OCDB menjadi CB, kata Eddy, mendapatkan anggaran pemeliharaan untuk menjaga kelesararian warisan budaya.
Pada 2023, 21 ODCB telah disahkan melalui SK Bupati. “Di antaranya, Menhir Semenrejo, Yoni Ganang, Fragmen Kemuncak Candi Ganang, dan Beliung Persegi Milik Sugiya," sebutnya.
Selain itu juga, warisan budaya benda yang disahkan Tahun 2023 yakniMeja Kerja Panewu Ngawen, Rak Kantor Kapanewon Ngawen, Arca Menhir D 173b, Arca Fragmen Menhir D 173c, Arca Fragmen Kepala Menhir, Bantal Watu, Rumah Singgah Gerilya Jenderal Soedirman, Gedung SDN Ngawen II, Tugu Tapal Batas Jogjakarta - Surakarta, dan Yoni D 103 1.
"Hingga 2023, Kabupaten Gunungkidul memiliki 195 cagar budaya," jelasnya.
Kepala Kundha Kebudayaan Gunungkidul Agus Mantara mengatakan, anggaran pemeliharaan Cagar Budaya akan menggunakan Dana Keistimewaan (Danais). "Pada 2024, ada delapan cagar budaya di Gunungkidul yang mendapatkan anggaran pemeliharaan," ujar Agus.
Agus menyebut, tiap cagar budaya masing-masing akan mendapatkan anggaran Rp 10 juta yang akan direalisasikan pada Juni dan Agustus 2024 mendatang. "Kami membutuhkan waktu untuk mengecek kerusakan yang ada, kemungkinan hanya pemeliharaan ringan," paparnya. (cr6/pra)
Editor : Heru Pratomo