RADAR JOGJA - Pemkab Kulon Progo menggelontorkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di 12 kapanewon kemarin (28/2). Paket bahan pokok yang dibagikan, merupakan produk lokas asli Kulon Progo. Sebab komoditas didapat dari petani, peternak, dan produsen di Kulon Progo.
"Selain dapat membantu penerima, bantuan ini juga mampu mengoptimalkan produk lokal," ucap Pj Bupati Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti usai kegiatan launching BPNT di Padukuhan Temben, Kalurahan Ngentakrejo.
Dalam mempersiapkan komoditas ini, Pemkab Kulon Progo berkolaborasi antar-OPD dan BPD DIJ. Dia mencontohkan, untuk komoditas beras disiapkan oleh dinas pertanian dan pangan. Sedangkan unruk komoditas lauk pauk seperti tempe diakomodir oleh dinas perdagangan.
Paket bahan pokok yang dibagikan, di antaranya beras, sayuran, ikan, tempe, tahu, telur, gula merah, dan buah. Setiap penerima, mendapatkan jatah bantuan yang berbeda-beda. Walaupun berbeda, setiap paket bantuan dipastikan berisi kebutuhan pokok 4 sehat 5 sempurna untuk setiap keluarga penerima manfaat.
Ni Made menjelaskan, BPNT bukanlah bantuan dari pemerintah pusat. Namun dari Pemkab Kulon Progo yang dianggarkan melalui APBD Kulon Progo Tahun 2024. Sehingga sifat pengelolaanya berada di kabupaten.
"Berbeda dengan bantuan dari pusat, bantuan ini akan memicu perputaran ekonomi di daerah menjadi lebih baik," ucap Ni Made.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kulon Progo Bowo Pristiyanto menjelaskan, pembagian bantuan juga akan diakomodir oleh BPD DIJ sebagai mitra, melalui aplikasi khusus. "Tahap satu dimulai hari ini, secara serentak," ucap Bowo.
Bowo menjelaskan, BPNT sudah dianggarkan di tahun 2023 dan masuk dalam APBD tahun 2024. Untuk tahap satu, menelan biaya Rp 1,75 miliar. Sedangkan secara keseluruhan, di tahun ini untuk bantuan dianggarkan sebesar Rp 10 miliar. "Setiap penerima akan mendapatkan satu paket bahan pokok, bila dinominalkan sebesar Rp 200 ribu," beber Bowo.
Menurut Bowo, jumlah penerima BPNT adalah 4.400 penerima. Bantuan akan digelontorkan setiap dua bulan sekali. Sedangkan, pengambilan bantuan akan bekerja sama dengan 24 E-Warung yang tersebar di setiap kapanewon.
Sementara itu, Mardiyah penerima manfaat asal Ngentakrejo, mengaku mendapatkan bantuan berupa, telur, tahu, sayuran, dan ikan. Sebelum adanya acara ini, dia belum pernah mendapatkan bantuan dari program nasional. "Tentu saja senang, karena cukup meringankan kebutuhan bagi keluarga," ucap Mardiyah. (cr7/eno)
Editor : Satria Pradika