Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Marak Pelajar Jadi Korban Laka Lantas di Gunungkidul, Kapolres : Minim Transportasi Umum

Andi May • Jumat, 23 Februari 2024 | 22:56 WIB

 

Kecelakaan lalu lintas dengan korban pelajar di Jalan Jogja-Wonosari, Senin (22/1) lalu.
Kecelakaan lalu lintas dengan korban pelajar di Jalan Jogja-Wonosari, Senin (22/1) lalu.

GUNUNGKIDUL - Unit Penegakkan Hukim (Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gunungkidul mencatat sebanyak 1.405 korban kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) merupakan pelajar dalam tiga tahun terakhir.

Peristiwa laka lantas dengan korban pelajar salah satunya di Jalan Playen-Banyusoco, Selasa (20/2) lalu.

Kedua korban diketahui mengendarai sepeda motor diperjalanan menuju ke sekolah namun terlibat peristiwa laka lantas hingga berujung luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit.

Menanggapi banyaknya kejadian laka lantas dengan korban pelajar, Kapolres Gunungkidul AKBP Edy Bagus Sumantri mengungkapkan kurangnya transportasi umum menjadi salah satu faktor para pelajar terpaksa mengendarai sepeda motor untuk ke sekolah.

"Pelajar sangat rentan terlibat kecelakaan karena minimnya transportasi umum yang tersedia," ujar Edy kepada Radar Jogja, Jumat (23/2).

Bahkan, kata Edy, bus sekolah yang disediakan Pemerintah Daerah (Pemda) Gunungkidul belum mampu menjangkau seluruh para pelajar.

Jalur bus yang hanya di wilayah Wonosari sehingga pelajar memilih untuk menggunakan kendaraan sendiri.

"Meskipun menggunakan kendaraan sendiri, sangat diperlukan pengawasan terhadap pelajar dalam berkendara, baik orang tua maupun kami," ucapnya.

Kepolisian telah selalu melakukan edukasi ke sekolah - sekolah agar pelajar tertib dalam berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.

Selain pihak kepolisian, perhatian dari pihak sekolah dan keluarga menjadi poin utama dalam memantau keselamatan para pelajar.

"Karena yang menyediakan sarana transportasi ialah orang tua siswa dan sekolah mengizinkan siswa untuk berkendara sendiri," ucapnya.

Untuk itu, bagi pelajar yang belum cukup umur, kata Edy, sebaiknya diantar jemput oleh orang tua siswa untuk menghindari kelalaian saat berkendara.

"Kami juga mengimbau kepada pelajar mematuhi rambu-rambu keselamatan dan tertib berlalu lintas seperti menggunakan helm dan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM)," imbuhnya.

Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul Iptu Darmadi mengungkapkan, sebanyak 120 kejadian laka lantas di Kabupaten Gunungkidul. Beberapa korban diantaranya masih berstatus pelajar.

"Dari 120 kejadian, luka ringan 160 orang dan luka berat nihil sedangkan meninggal dunia sembilan orang," sebutnya.

Untuk ruas jalan rawan laka, Darmadi menyebutkan, yakni di Jalan Jogja-Wonosari, Baron, Nglipar - Ngawen dan Karangmojo - Semin. Kecelakaan juga disebabkan kelalaian pengendara saat berkendara.

"Untuk itu kepada pengguna jalan selalu berhati-hati dalam berkendara dan saling menghargai sesama pengguna jalan," pungkasnya. 

Editor : Bahana.
#angkutan umum #Kecelakaan #Gunungkidul