Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Diduga Mendapatkan Perundungan, Siswa Disablitas di Gunungkidul Masuk Rumah Sakit, Kondisi Jari Kelingking Patah

Andi May • Kamis, 22 Februari 2024 | 21:56 WIB
ilustrasi perundungan
ilustrasi perundungan

GUNUNGKIDUL - Dugaan kasus perundungan  terjadi di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Wonosari, Gunungkidul.

Parahnya lagi, menimpa anak disablitas atau berkebutuhan khusus RAN,13 diduga menjadi korban kekerasan dari teman sekolahnya hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari.

Ayah korban Wasido mengatakan, peristiwa perundungan bermula ketika anaknya mendapat ejekan dari teman sekolahnya, Rabu (21/2) siang.

"Dia diejek karena kondisi tubuhnya (disablitas) sehingga anak saya tidak terima dan terjadi perselisihan," ujarnya saat ditemui di RSUD Wonosari.

Karena tidak terima, sempat terjadi perkelahian antara korban dan pembully yang hingga akhirnya korban dilarikan ke rumah sakit.

"Kalau kronologis lengkapnya saya kurang tahu, tapi dari cerita teman-temannya karena diejek," ucapnya.

Wasido menuturkan, anaknya mengalami patah pada jari kelingking tangan kiri dan luka pada wajah sehingga harus mendapatkan tindakan operasi di rumah sakit.

Wasido mengaku, karena kondisi anaknya yang berbeda-beda dengan kawan sekolahnya, anaknya seringkali mendapatkan perundungan dan ejekan di sekolah.

"Saya sudah beritahu kalau diejek, diam saja jangan melawan, cukup laporkan kepada bapak atau ibu guru," katanya.

Berdasarkan cerita putranya, Wasido mengatakan, Rofiq hampir setiap harinya mendapatkan bullyan di sekolah. "Kemungkinan hampir setiap hari mendapatkan bullyan di sekolah karena kondisinya," jelasnya.

Karena tidak tahan dengan ejekan seringkali menimpa anaknya, kata Wasido, Rofiq kemudian memberanikan diri untuk melakukan perlawanan.

Wasido mengatakan, pihak sekolah tengah menempuh jalur mediasi atas kasus perundungan ini antara kedua orang tua dari anak yang terlibat.

"Kalau tidak ada bentuk pertanggungjawaban, kemungkinan saya akan laporkan kasus ini (kekerasan) ke polisi," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul Nunuk Setyowati membenarkan adanya salah satu siswa yang dilarikan ke rumah sakit akibat tindak kekerasan di sekolah.

"Iya benar, ada siswa masuk rumah sakit karena tindak kekerasan di sekolah," ujar Nunuk saat dihubungi.

Meski begitu, Nunuk belum mendapatkan informasi mengenai kronologis kasus perundungan dan kekerasa di sekolah.

"Masih menunggu keterangan dari pihak sekolah, sudah ada proses mediasi antara kedua orang tua dari anak yang terlibat," pungkasnya. 

Editor : Bahana.
#Gunungkidul #Perundungan #Disabilitas