GUNUNGKIDUL - SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari memiliki program jurnalis cilik. Kegiatan yang diikuti oleh anak-anak tersebut salah satunya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Peserta didik dilatih meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan cara menjadi jurnalis sekolah. Dengan demikian para murid bisa berlatih mendengarkan secara aktif, banyak bertanya, dan memahami sudut pandang orang lain.
Baca Juga: Prediksi Tottenham Hotspurs v Wolves, Head to Head dan Susunan Pemain
Kepala SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari Joko Kiswanto mengatakan kegiatan ini dilakukan sekaligus untuk melatih keterampilan siswa dalam berkomunikasi dan menggali informasi. Selain itu, juga melatih keberanian siswa.
"Anak-anak dilatih menulis berita dan membuat video untuk sekolah," kata Joko Kiswanto Jumat (16/2/2024).
Baca Juga: Fokus pada Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Jogja - Solo, Pelajar Oleng Saat Saksikan Mobil Ringsek Menabrak Tiang Telepon
Peserta didik diharapkan memahami tentang profesi jurnalis dan pentingnya media dalam melaporkan peristiwa. Di antara siswa bertugas sebagai reporter lapangan, mencatat wawancara dengan tokoh.
"Setelah acara selesai, siswa berkumpul untuk mengevaluasi pengalaman mereka," ujarnya.
Baca Juga: Bikin Merinding.. ! Tiga Rumah Warga di Kulon Progo Ini Diserbu Kawanan Ulat Flamboyan
Sebagian besar pelajar mengungkapkan cerita tentang tantangan selama melakukan liputan. Misalnya tau bagaimana cara mengatur waktu dengan baik dan menangkap momen-momen penting dalam suatu peristiwa.
"Ini memberikan peluang berharga untuk merasakan peran jurnalis di tengah dinamika masyarakat," jelasnya.
Baca Juga: Kamu Ingin Menurunkan Berat Badan? Cobalah Minum Jus Timun. Simak Cara Buatnya !
Sementara itu, Humas SD Muhammadiyah Al Mujahidin Tri Puji menerangkan bahwa pemilihan sumber berita juga tidak asal-asalan. Sekolah mengarahkan anak untuk melakukan wawancara dengan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkungan Pemkab Gunungkidul.
"Tidak hanya itu, pelajar menemui tenaga medis untuk wawancara tentang dunia kesehatan," kata Tri Puji. (gun)