Korban bernama Rakino (65) warga Jepitu, Girisubo, Gunungkidul ditemukan dalam kondisi tak bernyawa usai empat hari pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan.
Hilangnya lelaki paroh baya itu berawal ketika korban sedang memancing bersama dua rekannya di bebatuan pinggir pantai tepatnya di Regisan Barat Pantai Jungwok, Jepitu Girisubo, Senin (5/2) pukul 10.30 WIB.
Korban diketahui sedang memasang kail pancing dengan posisi membelakangi laut sehingga tidak mengetahui datangnya ombak hingga terseret ke tengah berujung tenggelam.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi 1 Sunu Handoko mengatakan, korban ditemukan ketika tim SAR sedang menyisir Pantai Sadeng ke Barat melalui tepian.
"Selang sepuluh menit pencarian berjarak setengah mil laut dari dermaga pantai Sadeng terlihat sesuatu yang mencurigakan sedang mengapung dan ternyata itu jenasah manusia," ujar Sunu saat dikonfirmasi.
Kemudian, jenazah dievakuasi dan dibawa mendarat ke dermaga Pantai Sadeng dengan dilakukan pemeriksaan identitas bahwa jenazah tersebut adalah Rakino, pemancing yang terseret ombak hingga hilang di Pantai Jungwook.
Jenazah selanjutnya dibawa ke Puskesmas Girisubo untuk dilakukan visum.
"jenasah ditemukan dalam kondisi badan utuh membengkak, paha sebelah kiri luka, muka rusak dan tak ada rambut," jelasnya.
Usai visum, jenasah dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga korban, kemudian dilakukan pemakaman.
"Jenazah sudah diserahkan ke keluarganya untuk proses pemakaman dibantu oleh warga dan aparat kepolisan," tuturnya.
Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta Kamal Riswandi mengatakan, prosesnya pencarian mengerahkan tiga tim yakni tim laut, tim darat dan tim drone.
"Pemantauan dari tebing-tebing, penyisiran laut dan pencarian menggunakan hingga jarak 3 Kilometer," ujarnya.
Kamal menjelaskan, jenazah korban ditemukan di sebelah Timur dari lokasi kejadian atau sekitar 7,4 Kilometer dari lokasi terakhir korban tenggelam.
"Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan ditutup. Semua unsur tim SAR gabungan dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," pungkasnya.
Editor : Bahana.