GUNUNGKIDUL - SMK Muhammadiyah 1 Playen (Muspla) Gunungkidul juara satu dalam kompetisi pendidikan Muhammadiyah tingkat provinsi dan bersiap menuju level Nasional.
Mereka sukses membuat orang baper (bawa perasaan) dalam sebuah karya dakwah digital melalui film pendek.
Baca Juga: Duh Bangjo dalam Kondisi Fless, Mobil Hantam Motor di Wonosari
Guru Bimbingan Konseling (BK) SMK Muspla, Agus Priyo Wasono mengatakan Olympicad merupakan ajang prestasi dan pengembangan potensi bagi siswa dan guru Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
"Saya mendampingi anak-anak membuat dakwah digital, yakni dakwah melalui digital berupa pembuatan film pendek dengan durasi 60 detik. Kita juara satu tingkat provinsi dan akan maju ke level nasional," kata Agus Priyono Senin (5/2/2024).
Baca Juga: Digandeng Dua E-commerce Besar, GKRBAy Adipati Paku Alam X Ingin Batik Yogyakarta Makin Laris
Film pendek berjudul 'Rahmatan Lill Alamin' yang diperankan siswa dan siswi SMK Muspla berhasil menarik perhatian dewan juri. Mengambil lokasi shooting di wilayah Gunungkidul, jalan cerita film cukup sederhana namun mencuri perhatian banyak orang.
"Maju ke tingkat Nasional Olimpiade Ahmad Dahlan ke-7 di Universitas Muhammadiyah di Bandung tanggal 6-8 Maret 2024," jelasnya.
Baca Juga: Timnas Esport Indonesia Berhasil Mencetak Sejarah Baru Pasca Lolos ke Babak Semifinal AFC eAsian CUP 2023, Berikut Jadwal Pertandingannya !
Sedikit Agus menceritakan kisah dalam film tersebut. Pihaknya ingin memberikan pesan dalam film pendek itu bahwa dalam hidup kita harus paham cara tolong menolong yang benar.
Diawali dengan kepedulian salah seorang tokoh ketika melihat orang lain tersandung batang pohon. Sebagian yang lain acuh tak acuh, sementara tokoh utama terketuk hatinya untuk membantu dan menyingkirkan sandungan itu.
Baca Juga: Pembelian Gas Melon Pakai KTP, Begini Keluhan Pangkalan...
"Belum sampai disitu. Tokoh utama berjalan lagi dan berhenti di sebuah surau," terangnya.
Rencananya hendak menunaikan ibadah salat. Tiba-tiba dikejutkan kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tidak jauh darinya. Tokoh bingung, terus melanjutkan salat atau menolong korban laka lantas.
"Dan yang benar, ilmunya adalah mendahulukan membantu orang lain baru kemudian menjalankan kewajiban salat," ungkapnya.
Baca Juga: Risto Vidakovic Sebut PSS Sleman Sangat Sulit Bermain di Kandang tanpa Dukungan Langsung Suporter
Nah ini, kata Agus, film pendek tersebut berhasil lolos tingkat Nasional dalam kategori dakwah digital Olympicad 2024. Saat ini pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai tahapan seleksi tingkat Nasional.
"Kemungkinan tema film nanti berbeda dengan seleksi tingkat provinsi. Produksi film melibatkan lima pelajar dan saya sendiri selaku pendamping. Kemudian ditambah dengan crew," ujarnya. (gun)