Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Puncak Musim Penghujan di Februari, Awal Bulan Belasan Rumah di Gunungkidul Terdampak Bencana Hidrometeorologi

Andi May • Senin, 5 Februari 2024 | 02:50 WIB
RAWAN: Bencana longsor menimpa dua unit rumah di Hargomulyo, Gedangsari, Gunungkidul, Kamis (1/2).
RAWAN: Bencana longsor menimpa dua unit rumah di Hargomulyo, Gedangsari, Gunungkidul, Kamis (1/2).

GUNUNGKIDUL - Memasuki bulan Februari 2024, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mencatat 16 unit rumah terdampak bencana hidrometeorologi imbas hujan.

Belasan rumah ambruk bahkan sebagian bangunan roboh akibat bencana tanah longsor yang disebabkan hujan deras dan berlangsung lama.

Data BPBD Gunungkidul menunjukkan bencana hidrometereologi menimpa 24 titik.

Di antaranya, 16 unit rumah, enam titik badan jalan, satu titik talud dan satu unit masjid.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sumadi mengatakan, enam unit rumah di Kapanewon Gedangsari tertimpa tanah longsor dengan mengakibatkan satu korban luka ringan.

"Empat unit rumah di Kapanewon Patuk, Lima unit rumah di Nglipar, Satu di Karangmojo, satu unit rumah di Ponjong," ujar Sumadi saat dihubungi, Minggu (4/2).

Selain rumah di Kapanewon Ponjong, Sumadi mengungkapkan, satu unit masjid dan talud ikut terdampak bencana longsor.

"Namun, bersama warga dan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) dan Relawankami memberikan logistik dan membantu mengevakuasi puing-puing bangunan ambruk," ucapnya.

Untuk korban luka akibat bencana longsor, kata Sumadi, telah mendapatkan perawatan medis dan telah dapat beraktifitas kembali.

"Menunggu perbaikan rumah, korban mengungsi di rumah keluarganya," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, berdasarkan prakiraaan Badan Meterologi Klimatologi, dan Geofisika (BMK), puncak musim penghujan yakni terjadi di Bulan Januari dan Februari 2024.

"Untuk sekarang masih siaga kedaruratan, kami bersama FPRB dam relawan telah melakukan asesmen mengenai rumah-rumah yang terdampak bencana Hidremeteorologi," ujar Purwono.

Usai asesmen, pihaknya kemudian akan berkoordinasi dengan Pemkab dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk proses pemulihan unit-unit rumah yang terdampak.

Mengenai infrastruktur yang ikut diterjang bencana, kata Purwono, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Gunungkidul untuk mendapatkan penanganan secepatnya.

Purwono menjelaskan, berbagai upaya mitigasi telah dilakukan mengingat potensi bencana yang ada di wilayah Gunungkidul.

"Kami rutin melakukan pelatihan-pelatihan mitigasi bencana dengan melibatkan relawan dan FPRB," jelasnya.

Tidak hanya itu, Purwono juga mengingatkan warga untuk menjauh dan menghindari area-area rawan longsor baik di pemukiman ataupun di perjalanan.

"Agar kiranya kalau hujan yang cukup lama dapat mengungsi terlebih dahulu," tuturnya.

Purwono juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan di puncak musim penghujan yang melanda sebagian wilayah Gunungkidul. (cr6)

Editor : Amin Surachmad
#Gunungkidul #Bencana #Hidrometeorologi #BPBD