Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Khawatir Sungai Meluap di Musim Hujan, Dispar Imbau Pengunjung Wisata Air di Gunungkidul Tetap Waspada

Andi May • Senin, 5 Februari 2024 | 02:08 WIB
ALAMI: Suasana destinasi wisata Air Terjun Sri Getuk, Bleberan, Playen, Gunungkidul.
ALAMI: Suasana destinasi wisata Air Terjun Sri Getuk, Bleberan, Playen, Gunungkidul.

GUNUNGKIDUL - Musim penghujan di Kabupaten Gunungkidul yang terjadi selama beberapa hari menimbulkan sejumlah bencana hidremeteorologi di antaranya, angin kencang dan tanah longsor.

Bencana tanah longsor diakibatkan curah hujan yang terjadi selama beberapa jam dengan intensitas deras.

Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul mengkhawatirkan bencana sungai meluap akibat hujan yang terjadi beberapa jam lamanya khususnya di destinasi wisata air.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Destinasi Dispar Gunungkidul Supriyanta mengatakan, beberapa destinasi wisata air harus terpaksa di tutup sementara oleh pengelola dengan mempertimbangkan keselamatan wisatawan.

"Huja yang melanda beberapa hari yang lalu cukup lama dengan berbagai insiden longsor di beberapa lokasi di Gunungkidul. Khususnya wisata air, pengelola wisata Goa Pindul terpaksa menutup sementara destinasi karena volume air yang meningkat," ujar Supriyanta saat dihubungi, Minggu (4/1).

Ia menyebut, beberapa destinasi wisata air di Kabupaten Gunungkidul memanfaatkan aliran sungai Oya seperti Goa Pindul, Air terjun Sri Getuk dan Kali Suci.

Menurutnya, peningkatan volume air apalagi di musim penghujan merupakan situasi yang dapat membahayakan wisatawan.

"Mengingat, destinas wisata di Gunungkidul sangat bergantung pada alam dan kondisi cuaca baik destinasi wisata pantai maupun non pantai," tuturnya.

Meskipun begitu, untuk bentuk antisipasi awal yang dilakukan pengelola yakni berkoordinasi dengan masyarakat yang berada di hulu sungai untuk memberitahu kondisi hulu sungai.

"Pengelola wisata rutin melakukan koordinasi dengan warga yang berada di hulu sungai untuk mengetahui kondisi aliran sungai," tuturnya.

Supriyanta mengungkapkan, jika sungai meluap, pihak pengelola sesegara mungkin mengambil langkah untuk menutup kawasan destinasi wisata demi menghindari kejadian yang membahayakan pengunjung.

"Untuk itu, kami mengimbau pengelola wisata agar selalu meningkatkan kewaspadaan ketika berada di destinasi wisata ketika cuaca hujan," imbaunya.

Tak hanya wisatawan, pihaknya juga meminta ke pengelola wisata air untuk dapat menutup sementara destinasi jika kondisi aliran sungai dapa membahayakan.

"Selalu memperhatikan peringatan cuaca ekstrem dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) agar menjadi pertimbangan beroperasinya destinadi wisata atau tidak," ungkapnya.

Pihaknya memastikan, tidak ada laporan atau aduan dari masyarakat ataupun pengelola wisata mengenai kondisi yang membahayakan wisatawan selama musim penghujan.

Supriyanta juga mengaku selama musim hujan melanda, tingkat kunjungan sejumlah destinasi wisata di Gunungkidul mulai menurun.

"Kami berharap dengan banyaknya hari libur di Bulan Februari dan cuaca yang mulai bersahabat dapat meningkatkan jumlah pengunjung destinasi wisata baik wisata Air maupun pantai," imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencaca Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul Purwono membenarkan adanya peningkatan volume air di Sungai Oya sepanjang musim penghujan melanda.

"Memang kemarin sempat terjadi peningkatan volume air, namun begitu tidak sampai dengan kondisi yang membahayakan warga," ujar Purwono.

Purwono mengungkapkan, peningkatan volume air di Sungai Oya hanya terjadi tiga jam seusai intensitas hujan mulai perlahan meredah.

Upaya mitigasi bencana pada hunian bantaran sungai telah dilakukan oleh Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) setempat.

"Berdasarkan prakiraan BMKG puncak dari musim penghujan yakni di Bulan Januari dan Februari, kami akan pantau terus mengenai kondisi sungai khususnya di wilayah hulu," paparnya. (cr6)

Editor : Amin Surachmad
#Tanah Longsor #Gunungkidul #Hidrometeorologi #Musim penghujan