RADAR JOGJA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gunungkidul mencatat 103 gedung sekolah dasar mengalami kerusakan. Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mendapatkan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat hanya untuk menangani 10 sekolah saja.
Penanganan 10 sekolah dasar rusak menggunakan anggaran DAK sebesar Rp 6,8 Miliar yang akan direalisasikan pada Juli 2024 mendatang. Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Kelembagaan Sekolah Dasar Disdik Gunungkidul Suheru menyebut, sekolah yang mendapatkan anggaran perbaikan adalah SDN Ngadipiro Semin, SDN Mulo II Wonosari, SDN Monggol 1 Saptosari, SDN Playen III, SDN Karangasem Ponjong, SDN Hargomulyo 1 Gedang Sari, SD IT Bina Insani Panggang, SDN Ngloro Saptosari, SDN Terbah II Patuk, dan SDN Giricahyo Purwosari. "Kerusakan masih dalam kondisi sedang, baik dari atap, jendela, pintu gedung sekolah butuh direhab," ujar Suheru, kemarin (29/1).
Menurutnya, penyebab dari kerusakan dominan akibat termakan usia tanpa ada perbaikan secara menyeluruh dari waktu ke waktu. Rata-rata usia gedung 20 tahunan. Suheru menyebut, 10 sekolah dasar tersebut telah disetujui pemerintah pusat untuk mendapatkan anggaran perbaikan meski terdapat banyak sekolah yang butuh penanganan. "Untuk proyek perbaikan nanti menggunakan sistem lelang, kalau saat ini masih dalam tahap perencanaan, untuk eksekusinya mungkin Juli 2024 mendatang," jelasnya.
Selama proses perbaikan, Suheru menyebut, kegiatan belajar mengajar tenaga pengajar dan para siswa dapat menggunakan fasiltas yang lain selain ruang kelas.Seperti masjid, perpustakaan, bahkan balai dusun pun bisa jika sedang renovasi nantinya.
Suheru juga menambahkan, selain perbaikan, anggaran juga akan digunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana sekolah yang masih kurang. Prioritas anggaran untuk direhablitasi, namun ada beberapa sekolah yang akan memiliki bangunan baru terkait sarana dan prasarana. “Karna tujuan DAK untuk pembangunan secara menyeluruh," ucapnya.
Suheru mengungkapkan penanganan bangunan sekolah yang rusak juga menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Dari APBD sebanyak 10 sekolah juga yang akan mendapatkan perbaikan dengan anggaran sebesar Rp 1,5 Miliar. (cr6/din)
Editor : Satria Pradika