RADAR JOGJA - Sektor pariwisata merupakan salah satu penyumbang terbesar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gunungkidul. Tercatat sepanjang 2023, sektor pariwisata menyumbangkan PAD Rp 25 Miliar. Meskipun begitu, akses jalan menuju kawasan wisata di Gunungkidul jauh dari kata mulus atau memprihatinkan.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul Supriyanta mengatakan, jalan rusak terdapat pada kawasan wisata pantai Tengah dan Barat di Kabupaten Gunungkidul. "Dari JJLS hingga pantai Krakal itu, setahu kami rusak semua," ujarnya, kemarin (22/1).
Selain kerusakan, Supriyanta menyebut akses jalan yang sempit juga harus menjadi perhatian untuk meningkatkan sektor wisata di Gunungkidul. "Apalagi, jumlah wisatawan tahun baru kemarin sudah lumayan banyak," ucapnya.
Menurutnya, sektor wisata kawasan pantai wilayah Barat Ke Timur perlu pelebaran jalan agar dapat diakses baik bus pariwisata maupun mobil. "akses jalan memang perlu diperlebar lagi," ucapnya.
Untuk itu, rekonstruksi jalan dan perbaikan sangat diperlukan sesuai dengan tingkat kunjungan dan hasil survey khususnya objek wisata. "Kami sudah laporkan di awal Tahun 2024 berkenaan dengan PAD dan tingkat kunjungan," ucapnya.
Pelebaran juga mengacu pada kelancaran akomodasi wisatawan untuk terus berkunjung ke wisata Gunungkidul. "Kami mengajukan melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) lewat DPUPR," tuturnya.
Pihaknya berharap usulan dapat direalisasikan karena salah satu terpenting dari sektor pariwisata ialah akses jalan yang baik. "Jadi kami harap bisa ditingkatkan agar wisatawan lebih nyaman, wisata yang baik didukung pula dengan akses jalan yang baik," imbuhnya.
Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul telah mengusulkan anggaran perbaikan jalan kawasan wisata sebesar Rp 15 Miliar ke Kementerian PUPR.
Anggaran yang diusulkan itu, rencananya akan digunakan untuk penanganan jalan di Saptosari, kawasan wisata Pantai Ngobaran dan Ngrenehan. "Jika anggaran disetujui, kami akan melakukan proses tender terlebih dahulu, dan perancanaan lalu dieksekusi di Juni 2024 mendatang," ujar Wadiyana saat dihubungi, Minggu (21/1).
Kendati demikian, pihaknya berharap mendapatkan kucuran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Gunungkidul untuk penanganan ruas jalan kawasan wisata. (cr6/din)
Editor : Satria Pradika