GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat sebanyak 25 unit rumah rusak dan tiga korban luka akibat dampak Siklon Tropis Anggrek yang melanda sejumlah wilayah di Gunungkidul.
Berdasarkan data yang diperoleh Radar Jogja, dua hari cuaca ekstrem melanda, kerusakan rumah terjadi di 8 Kapanewon.
Di antaranya, 2 rumah di Kapanewon Saptosari, 7 Purwosari, 3 Paliyan, 1 Gedangsari, 1 Ngawen, 1 Semin, 3 Karangmojo, 1 Semanu, 1 Girisubo, 1 Tepus, 2 Tanjungsari dan 3 Wonosari.
Tak hanya itu, kerusakan imbas Siklon Tropis Anggrek yang melanda juga menimpa fasilitas pendidikan, kios-kios masyarakat dan jalan yang amblas.
Ironinya lagi, tiga korban luka yang merupakan sekeluarga akibat pohon tumbang di Jalan Jogja-Wonosari, Jumat (19/1).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sumadi menyebut, kerusakan diakibatkan bencana longsor, angin kencang, dan pohon tumbang yang terjadi selama dua hari cuaca ekstrem.
"Kejadiannya pada 18 Januari dan 19 Januari kemarin, Minggu hingga hari ini (Senin) tidak ada laporan," ujar Sumadi saat dihubungi, Senin (22/1).
Menurutnya, dua hari pasca cuaca ekstrem, curah hujan tidak begitu deras. Angin kencang tidak lagi terjadi.
"Sesuai dengan peringatan cuaca ekstrem dari BMKG sampai dengan tanggal 22 Januari, dan alhamdulillah sampai dengan saat ini cuaca mulai bersahabat," ungkapnya.
Puluhan rumah yang rusak, kata Sumadi masih dalam kategori ringan dan telah mendapatkan penanganan dari masyarakat setempat dan dibantu oleh pemerintah desa.
"Semuanya gotong royong untuk memperbaiki rumah rusak," ucapnya.
Untuk korban luka yang tertimpa pohon tumbang, kata Sumadi, dua telah mulai memulih dan satu masih dalam perawatan di Rumah Sakit Nurul Rohmah.
Kendati demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca yang tidak menentu.
Peringatan dan informasi cuaca menjadi perhatian serta kesiapsiagaan masyarakat.
"Pemangkasan pohon lapuk dan cabang berlebih yang berpotensi mengancam keselamatan jika terjadi angin kencang," tuturnya.
Selain itu, jika terjadi hujan deras yang disertai angin kencang dan petir, diharapkan untuk menghindari pohon besar, tiang listrik, baliho, daerah rawan longsor, dan aliran sungai.
"Serta melakukan perawatan dan pembersihan saluran air dan drainase secara berkala," imbuhnya. (cr6)
Editor : Amin Surachmad