GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul melaporkan sebanyak 71 bayi meninggal sepanjang Tahun 2023.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Gunungkidul Diah Setyorini mengatakan, mayoritas dari meninggalnya bayi dikarenakan kelainan bawaan lahir atau kongenital.
"Sedangkan di Tahun 2022 lalu, kami mencatat 81 bayi meninggal dengan mayoritas penyebab asfiksia atau kesulitan bernafas ketika proses kelahiran," ujarnya saat dihubungi, Rabu (17/1).
Diah juga menyebutkan, sepanjang Tahun 2023 jumlah kematian ibu melahirkan yakni sebanyak lima orang. Sedangkan 2022 tercatat empat orang.
Diah menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk pelayanan ibu hamil salah satunya dengan pemeriksaan yang seharusnya enam kali dalam sembilan bulan.
"Pemeriksaan itu harusnya dari awal kehamilan, tiga bulan di awal pertama kali sampai dengan sembilan bulan," ucapnya.
Selain itu, kepada ibu hamil dengan penyakit penyerta harusnya proses persalinan di rumah sakit, pemberian makanan tambahan (PMT) pada ibu hamil dan juga pendampingan sehingga lebih siap menghadapi persalinan.
"Apalagi, ibu hamil yang dalam kondisi gawat janin yang bisa dikenali dengan tanda-tanda yang tercantum di buku pink atau KIA, harusnya ibu hamil lebih sering membaca buku itu," jelasnya.
Pemeriksaan kesehatan ibu hamil dapat dilakukan di tiap-tiap puskesmas atau RSUD Wonosari ataupun bidan-bidan praktik mandiri.
"Minimal harus terpenuhi enam kali pemeriksaan selama kehamilan," ungkapnya.
Diah menjelaskan pemeriksaan meliputi kehamilan terpadu yang biasanya dilakukan tiap tiga bulan pertama dan tiga bulan terakhir dengan konsultasi mengenai penyakit penyerta yang diderita.
"Sebanyak 14 puskesmas juga di Gunungkidul sudah dilengkapi telekonsultasi yang langsung terhubung dengan dokter yang ada di RSUD Wonosari," ucapnya.
Pihaknya juga menggencarkan PMT kepada ibu hamil yang dalam kondisi kurang energi kronik atau Anemia di seluruh Kapanewon yang ada di Gunungkidul.
"Kami juga telah melatih petugas kesehatan di tiap puskesmas terkait pelayanan emergency jika ada ibu hamil yang mengalami situasi kegawat daruratan," imbuhnya. (cr6)
Editor : Amin Surachmad