Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Potensi Cuaca Ekstrem, BPBD Gunungkidul Laporkan 10 EWS Longsor Dalam Kondisi Rusak

Andi May • Rabu, 17 Januari 2024 | 12:19 WIB
WASPADA: Tanah yang berpotensi mengalami bencana tanah longsor di Gunungkidul.
WASPADA: Tanah yang berpotensi mengalami bencana tanah longsor di Gunungkidul.
GUNUNGKIDUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul melaporkan 10 early warning system (EWS) longsor mengalami kerusakan. 
 
Sebelumnya, BPBD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan peringatan siaga darurat bencana hidrometeorologi mulai dari 20 Desember 2023 hingga 29 Februari 2024.
 
Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo merupakan wilayah yang perlu mewaspadai bencana banjir dan tanah longosor imbas cuaca ekstrem. 
 
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan, dari 30 unit EWS yang terpasang, sebanyak 10 unit sudah tidak berfungsi atau rusak.
 
"EWS yang rusak rata-rata terdapat di wilayah Utara dan Tengah yakni Purwosari dan Semin," ujarnya saat dihubungi, Selasa (16/1). 
 
Purwono menjelaskan, pihaknya rutin melakukan pengecekan kondisi EWS yang terpasang di wilayah rawan bencana hidrometeorologi dengan menemukan kerusakan akibat termakan usia.
 
 
"EWS yang rusak rata-rata karena karatan, pemasangannya kan pasca gempa Tahun 2006 silam," ucapnya. 
 
EWS yang terpasang, kata Purwono yakni pemberian dari BPBD DIY dan BNPB dalam upaya antisipasi dan mitigasi bencana di wilayah - wilayah rawan longsor. 
 
Disampaikannya, pihaknya telah melaporkan kondisi 10 unit EWS yang rusak ke BPBD DIY untuk perbaikan dan perawatan mengingat cuaca iklim yang tidak menentu.
 
 
"Kami hanya mendata kondisi EWS, kerusakan ditemukan pada pengecekkan di pertengahan bulan September 2023 kemarin," ungkapnya. 
 
Meskipun begitu, pihaknya juga telah melakukan antisipasi dan mitigasi bencana yang  berpotensi terjadi imbas cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Gunungkidul.
 
Khususnya, di daerah rawan bencana tanah longsor atau perbukitan dengan curah hujan yang terjadi selama dua jam. 
 
 
"Kami mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan selama cuaca yang kurang menentu ini," ungkapnya. 
 
Pihaknya juga berharap adanya perbaikan serta pemeliharaan terhadap 10 EWS yang hingga saat ini belum dapat berfungsi dengan baik. 
 
Purwono menyampaikan upaya mitigasi dan antisipasi dapat dilakukan oleh warga dengan meningkatkan kewaspadaan dan tidak membuang sampah sembarangan mengingat perubahan iklim yang tidak menentu. 
 
 
"Contohnya di tanggal 3 dan 4 Januari kemarin terjadi curah hujan yang disertai angin kencang sehingga menimbulkan ratusan rumah rusak, itu di luar prediksi kami, untuk itu kewaspadaan dari masyarakat sangat diperlukan," ungkapnya. 
 
Sebelumnya, BPBD mencatat  sebanyak 172 rumah warga mengalami kerusakan dalam kategori ringan hingga sedang akibat bencana angin kencang yang melanda Kabupaten Gunungkidul, Rabu (3/1). (cr6)
Editor : Amin Surachmad
#bppd #Cuaca Ekstrem #EWS